Mon. Jul 27th, 2026
Pemuda Gumuruh

Pemuda Gumuruh Kuasai Digital Marketing dan AI untuk Dorong Ekonomi Kreatif

Transformasi digital yang berkembang pesat menciptakan paradoks di masyarakat. Meski akses internet tinggi, banyak pengguna masih berperan sebagai konsumen pasif media sosial dan hiburan digital. Kondisi ini berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi atau M-Shaped Society, ketika distribusi kesejahteraan terkonsentrasi di kelompok atas dan melemah di kelas menengah.

Karang Taruna 06 Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, merespons tantangan tersebut dengan mengubah pendekatan pemanfaatan teknologi. Generasi muda di wilayah ini mulai memanfaatkan perangkat digital sebagai alat produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Baca Juga “Dorong UMKM Go Global, Akademisi Empat Negara Bahas Strategi Digital Marketing untuk Ekonomi Sirkular

Karang Taruna 06 Gumuruh Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Komunitas

Di bawah kepemimpinan Kokom Komariah, Karang Taruna 06 Gumuruh telah menjalankan program ekonomi sirkular bernama “Babe” atau Barang Bekas. Program ini berfokus pada pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat dipasarkan kembali.

Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi lokal dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, potensi program ini belum berkembang optimal akibat keterbatasan literasi digital, khususnya dalam komunikasi publik dan pemasaran daring.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) melakukan pendampingan melalui lokakarya intensif di Laboratorium Fotografi Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial pada 24 Juni. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas digital dan komunikasi organisasi.

Pemanfaatan AI Generatif untuk Percepat Kinerja Organisasi

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknologi kecerdasan buatan atau generative AI. Teknologi ini digunakan untuk membantu penyusunan dokumen organisasi, seperti proposal pendanaan, surat resmi, hingga materi kampanye digital.

Penggunaan AI tidak menggantikan peran manusia, tetapi berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kerja. Pendekatan ini menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dan tetap mengutamakan kendali manusia dalam setiap proses kreatif.

Para peserta dapat menghasilkan dokumen dalam waktu singkat dengan bantuan sistem komputasi, sehingga proses administrasi organisasi menjadi lebih cepat dan terstruktur.

Penguatan Digital Marketing dan Public Relations Komunitas

Selain pemanfaatan AI, peserta juga dibekali strategi public relations berbasis komunikasi persuasif. Pendekatan ini dirancang agar organisasi mampu menyampaikan pesan secara lebih efektif kepada publik dan calon mitra.

Teknik komunikasi yang digunakan menekankan pada penyusunan narasi yang menyentuh logika audiens. Strategi ini bertujuan meningkatkan peluang kerja sama dengan pihak eksternal, termasuk sponsor dan lembaga pendukung.

Peserta juga mendapatkan pelatihan fotografi menggunakan perangkat gawai. Teknik ini mencakup pengaturan pencahayaan, komposisi visual, dan estetika gambar untuk memperkuat citra digital program komunitas.

Transformasi Pemuda Gumuruh Menuju Organisasi Digital Produktif

Pendekatan pelatihan berbasis teknologi dan komunikasi ini menghasilkan perubahan signifikan dalam pola kerja organisasi. Karang Taruna 06 Gumuruh kini mulai bertransformasi dari pengguna teknologi pasif menjadi produsen konten digital yang aktif dan strategis.

Dengan kemampuan digital marketing yang lebih terarah, organisasi ini mampu mengembangkan dokumentasi program secara lebih profesional. Hal ini membuka peluang untuk meningkatkan visibilitas kegiatan komunitas di ruang digital.

Konteks Sosial dan Tantangan Ekonomi Digital

Fenomena M-Shaped Society menjadi latar belakang penting dari inisiatif ini. Ketimpangan akses terhadap manfaat ekonomi digital membuat sebagian masyarakat tertinggal dalam perkembangan teknologi.

Melalui peningkatan literasi digital, komunitas seperti Karang Taruna 06 Gumuruh berupaya mempersempit kesenjangan tersebut. Penguasaan teknologi seperti AI dan digital marketing menjadi kunci dalam menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

Menuju Model Organisasi Kepemudaan Berbasis Inovasi Digital

Pendampingan yang dilakukan tim Abdimas menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pemberdayaan komunitas dapat menciptakan dampak nyata. Pemuda Gumuruh kini diproyeksikan menjadi model organisasi kepemudaan yang adaptif terhadap perubahan digital.

Dengan kombinasi kemampuan teknologi, komunikasi, dan kreativitas, organisasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis inovasi. Ke depan, pendekatan ini berpotensi direplikasi oleh komunitas lain untuk memperluas dampak pemberdayaan digital di tingkat akar rumput.

Baca Juga “PDI Perjuangan Sleman Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Pelatihan Digital Marketing

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *