Kisah Biru Tsabita, UMKM Pemalang yang Tumbuh dari Jualan Online hingga Buka Lapangan Kerja
Keterbatasan ekonomi tidak menghentikan langkah Mutoharoh untuk membangun usaha. Berawal dari upaya mencari penghasilan tambahan, ia mengembangkan bisnis tas dan dompet wanita melalui merek Biru Tsabita hingga mampu menjangkau pasar nasional dan menyerap puluhan tenaga kerja.
Usaha yang dirintis dari aktivitas jualan online tersebut kini berkembang menjadi salah satu contoh perjalanan UMKM yang berhasil beradaptasi dengan teknologi digital. Melalui inovasi produk, pemasaran daring, dan pendampingan usaha, Biru Tsabita terus memperluas peluang bisnisnya.
Baca Juga “Ketua Biro EPM LDII Jabar Bekali Peserta Strategi Jitu Raih Sukses Bisnis Online“
Awal Perjalanan Biru Tsabita dari Usaha Sampingan Keluarga
Mutoharoh, pelaku UMKM asal Pemalang, Jawa Tengah, memulai bisnis Biru Tsabita pada 2019. Saat itu, kondisi ekonomi keluarga menjadi alasan utama dirinya mencari sumber penghasilan tambahan.
Ia mengungkapkan bahwa keluarganya sempat menghadapi tekanan keuangan akibat beban utang yang cukup besar. Kondisi tersebut mendorongnya mencoba usaha yang dapat dijalankan tanpa meninggalkan pekerjaan utama.
“Saat itu, kami terjebak dalam utang yang cukup besar sehingga penghasilan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.Kami pun mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online,” ujar Mutoharoh.
Dari langkah sederhana tersebut, bisnis Biru Tsabita mulai berkembang. Produk tas dan dompet wanita yang ditawarkan mendapat respons positif dari pelanggan di berbagai daerah.
Produk Tas dan Dompet Wanita Menjangkau Pasar Lebih Luas
Biru Tsabita menghadirkan produk dengan fokus pada desain yang menarik dan fungsi yang sesuai kebutuhan konsumen. Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah dompet wanita dengan berbagai pilihan model.
Pemasaran dilakukan melalui sejumlah marketplace serta jaringan kemitraan. Strategi tersebut membantu produk Biru Tsabita menjangkau pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Tidak hanya pasar domestik, produk Biru Tsabita juga sempat dipasarkan ke Malaysia. Perluasan pasar tersebut menjadi salah satu pencapaian bagi usaha yang sebelumnya dimulai sebagai bisnis sampingan.
Selain menyediakan produk siap pakai, Biru Tsabita juga menawarkan layanan pembuatan tas dan dompet sesuai permintaan pelanggan. Konsep produk kustom tersebut menjadi nilai tambah karena memberikan pilihan lebih luas bagi konsumen.
Pendampingan Usaha Membantu Biru Tsabita Berkembang
Dalam perjalanan bisnisnya, Mutoharoh mendapatkan dukungan melalui program pendampingan Rumah BUMN BRI. Program tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan bisnis dan memperluas jaringan.
Menurut Mutoharoh, berbagai pelatihan yang diikuti membantu dirinya memahami pengelolaan usaha secara lebih baik. Salah satu program yang memberikan dampak besar adalah BRIncubator BRI 2025.
“Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha,” katanya.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku usaha mendapatkan wawasan mengenai strategi pemasaran, pengembangan produk, serta peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Pertumbuhan Bisnis Mendorong Penyerapan Tenaga Kerja
Seiring meningkatnya permintaan pasar, Biru Tsabita tidak hanya berkembang dari sisi penjualan. Usaha tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Saat ini, Biru Tsabita telah melibatkan 33 tenaga kerja dalam proses produksi. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Ke depan, Mutoharoh menargetkan bisnisnya terus berkembang melalui penguatan pemasaran digital dan perluasan jaringan kemitraan.
Ia juga memanfaatkan layanan digital perbankan seperti BRImo dan QRIS BRI untuk mendukung aktivitas transaksi sehari-hari. Penggunaan layanan digital tersebut membantu proses pembayaran menjadi lebih mudah dan efisien.
BRI Dorong UMKM Tingkatkan Daya Saing melalui Pendampingan
Corporate Secretary BRI Dhanny menilai perjalanan Biru Tsabita menjadi contoh bahwa UMKM dapat tumbuh melalui inovasi dan peningkatan kapasitas usaha.
Menurutnya, pendampingan bagi pelaku UMKM menjadi bagian penting untuk membantu bisnis berkembang. Melalui Rumah BUMN, BRI terus menghadirkan program yang mendukung peningkatan kompetensi, akses pasar, dan daya saing usaha.
“Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat,” ujar Dhanny.
Dari Keterbatasan Menuju Peluang Baru bagi UMKM
Kisah Biru Tsabita menunjukkan bahwa usaha kecil dapat berkembang ketika pelaku bisnis mampu melihat peluang dan beradaptasi dengan perubahan.
Pemanfaatan teknologi digital, penguatan produk, serta dukungan pendampingan menjadi faktor penting dalam perjalanan bisnis Mutoharoh.
Dari usaha sampingan berbasis jualan online, Biru Tsabita kini tumbuh menjadi UMKM yang memberikan manfaat lebih luas. Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa inovasi dan ketekunan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha di berbagai daerah.
Baca Juga “Bisnis Online Butuh Jasa Pengiriman yang Cepat dan Mudah“
