Bisnis Vietnam Perkuat Ekspor Online Lewat E-Commerce Lintas Batas
Perdagangan melalui e-commerce lintas batas berkembang menjadi salah satu jalur baru bagi bisnis untuk memasuki pasar internasional. Model ini memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen dan mitra bisnis di berbagai negara tanpa harus membangun jaringan distribusi konvensional sejak awal.
Baca Juga “Bisnis Online Makin Berkembang, tapi Masih Dibayangi Ongkos Kirim“
Pertumbuhan tersebut juga membuka peluang bagi bisnis Vietnam. Pelaku usaha kini dapat memanfaatkan marketplace internasional, platform B2B, situs penjualan sendiri, hingga perdagangan berbasis konten untuk memperluas pasar ekspor.
Namun, ekspansi secara online tidak hanya membutuhkan kemampuan menjual produk melalui platform digital. Bisnis juga harus memahami regulasi negara tujuan, memenuhi standar produk, mengelola logistik, serta membangun merek yang mampu bersaing di pasar global.
Pasar E-Commerce Lintas Batas Terus Bertumbuh
Sejumlah lembaga riset memperkirakan pasar e-commerce lintas batas global akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Precedence Research memperkirakan nilai pasar mencapai US$551,23 miliar pada 2025.
Lembaga tersebut memproyeksikan pasar dapat menembus US$2.006 miliar pada 2034. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan gabungan atau CAGR sebesar 15,44 persen.
Business Research Insights juga memperkirakan pertumbuhan signifikan. Lembaga tersebut memproyeksikan nilai pasar mencapai US$1.339,79 miliar pada 2026 dan US$4.302,55 miliar pada 2035.
Perbedaan proyeksi menunjukkan adanya variasi metodologi antarpeneliti. Namun, seluruh estimasi tersebut menunjukkan arah yang sama, yaitu semakin pentingnya e-commerce lintas batas dalam perdagangan internasional.
Asia-Pasifik menjadi salah satu kawasan utama dalam perkembangan tersebut. Business Research Insights memperkirakan kawasan ini menguasai sekitar 44 persen pangsa pasar e-commerce lintas batas.
Lonjakan Pengiriman Online Ubah Perdagangan Internasional
Pertumbuhan e-commerce lintas batas turut meningkatkan volume barang yang dikirim langsung kepada konsumen di negara tujuan. Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan baru dalam sistem logistik, bea cukai, dan pengawasan perdagangan.
Di Uni Eropa, Komisi Eropa memperkirakan sekitar 5,8 miliar barang bernilai rendah akan masuk pada 2025. Barang tersebut memiliki nilai di bawah 150 euro dan jumlahnya meningkat lebih dari 25 persen dibandingkan 2024.
Amerika Serikat juga menghadapi peningkatan signifikan dalam pengiriman paket kecil. Data Customs and Border Protection menunjukkan lebih dari 1,36 miliar paket masuk melalui skema De Minimis pada tahun fiskal 2024.
Jumlah tersebut meningkat sekitar sepuluh kali lipat dibandingkan 134 juta paket pada 2015. Lonjakan tersebut kemudian mendorong Amerika Serikat memperketat kebijakan perdagangan dan pengawasan terhadap arus barang e-commerce lintas batas.
Kebijakan Perdagangan Menjadi Tantangan Baru
Peningkatan transaksi internasional membuat pelaku usaha perlu memahami kebijakan di negara tujuan. Ketentuan mengenai pajak, tarif, bea masuk, standar produk, dan perlindungan konsumen dapat berbeda di setiap pasar.
Karena itu, strategi ekspor online tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan pemasaran digital. Bisnis harus memastikan produknya memenuhi ketentuan hukum dan administratif sebelum memasuki pasar tertentu.
Pemahaman regulasi juga dapat membantu perusahaan mengurangi risiko keterlambatan pengiriman atau masalah kepabeanan. Persiapan tersebut menjadi bagian penting dari strategi ekspor berkelanjutan.
Vietnam Mulai Perkuat Ekspor Melalui E-Commerce
Vietnam juga semakin aktif memanfaatkan e-commerce lintas batas sebagai sarana ekspor. Data yang disampaikan dalam Forum E-commerce Lintas Batas 2025 menunjukkan pertumbuhan ekspor melalui kanal ini diperkirakan mencapai 78 persen pada 2025.
Nilai impor dan ekspor melalui e-commerce lintas batas diperkirakan mencapai sekitar US$4,45 miliar. Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya peluang kanal digital bagi pelaku usaha Vietnam untuk memasuki pasar global.
Perkembangan ini sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap kesiapan bisnis. Perusahaan perlu mengembangkan kemampuan digital, memperbaiki standar produk, dan memahami seluruh proses ekspor dari hulu hingga hilir.
Bisnis Perlu Menguasai Seluruh Rantai Ekspor
Ekspor melalui e-commerce mencakup lebih banyak tahapan daripada sekadar mengunggah produk ke marketplace. Pelaku usaha harus mempertimbangkan riset pasar, penjualan, pembayaran, pemenuhan pesanan, pengiriman, layanan pelanggan, dan pembangunan merek.
Pengelolaan stok juga menjadi faktor penting, terutama ketika perusahaan mulai menyimpan barang di negara tujuan. Strategi pergudangan yang tepat dapat membantu mempercepat pengiriman dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Bisnis juga perlu menentukan model penjualan berdasarkan karakter produk dan pasar sasaran. Tidak semua produk cocok menggunakan marketplace, situs sendiri, B2B, atau model berbasis konten.
Beragam Model E-Commerce Buka Akses Pasar Global
Perkembangan perdagangan digital menghadirkan berbagai model e-commerce lintas batas. Pilihannya mencakup marketplace internasional, platform B2B, website milik sendiri, gudang luar negeri, hingga discovery commerce berbasis konten.
Setiap model memiliki karakteristik dan kebutuhan operasional berbeda. Karena itu, bisnis dapat memilih satu model atau menggabungkan beberapa kanal untuk membangun strategi ekspor yang lebih fleksibel.
Marketplace Internasional Sasar Konsumen Langsung
Marketplace internasional memungkinkan bisnis menawarkan produk langsung kepada konsumen di berbagai negara. Salah satu contoh yang banyak digunakan adalah Amazon.
Melalui model ini, penjual perlu memilih pasar tujuan dan memenuhi persyaratan terkait produk, pajak, kualitas, serta pendaftaran. Platform juga menyediakan sejumlah solusi pemenuhan untuk membantu penjual mengelola distribusi internasional.
Amazon mengembangkan layanan seperti Fulfillment by Amazon atau FBA, FBA Export, dan Remote Fulfillment. Infrastruktur tersebut memungkinkan bisnis memanfaatkan jaringan fulfillment dan distribusi untuk mendukung ekspansi ke pasar luar negeri.
Shopee Perluas Pilihan Ekspor di Asia
Di Asia, Shopee menjadi salah satu platform yang menyediakan akses kepada penjual untuk memperluas pasar. Platform tersebut memiliki operasi di sejumlah negara, termasuk Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Taiwan.
Model marketplace memungkinkan bisnis memanfaatkan sistem pembayaran, logistik, serta infrastruktur platform. Pendekatan ini dapat membantu perusahaan yang ingin memperluas ekspor secara bertahap di kawasan Asia.
Platform B2B Hubungkan Eksportir dan Pembeli
Alibaba.com menawarkan pendekatan berbeda dengan fokus pada perdagangan antarbisnis. Platform tersebut menghubungkan eksportir dengan importir, distributor, dan pembeli korporasi dari berbagai negara.
Model B2B memungkinkan bisnis menampilkan kemampuan produksi dan pasokan. Perusahaan juga dapat mencari mitra dan memperoleh peluang pesanan dalam skala yang lebih besar daripada transaksi ritel individual.
Strategi tersebut cocok bagi perusahaan yang memiliki kapasitas produksi dan ingin membangun hubungan dagang jangka panjang. Model B2B juga dapat menjadi pelengkap marketplace yang berorientasi pada konsumen akhir.
Gudang Luar Negeri Percepat Pemenuhan Pesanan
Gudang berikat dan gudang di negara tujuan semakin banyak digunakan dalam perdagangan lintas batas. Dalam model ini, bisnis mengirimkan persediaan lebih dahulu sebelum konsumen melakukan pemesanan.
Penempatan barang lebih dekat dengan konsumen dapat memperpendek waktu pengiriman. Model tersebut juga membantu perusahaan mengelola persediaan dan pemenuhan pesanan secara lebih responsif.
Namun, penggunaan gudang luar negeri membutuhkan perencanaan inventaris yang matang. Bisnis harus memperhitungkan biaya penyimpanan, permintaan pasar, serta ketentuan impor di negara tujuan.
Discovery Commerce Gabungkan Konten dan Penjualan
Model discovery commerce menghadirkan pendekatan berbeda dalam menemukan produk. Konsumen tidak selalu mencari barang secara langsung, tetapi dapat menemukannya melalui video pendek, livestream, dan konten kreator.
Baca Juga “Pajak E-Commerce Terbaru 2026, Ketahui Aturan & Simulasinya“
