Wed. Apr 15th, 2026

OpenAI Resmi Hentikan Sora, Aplikasi AI Video yang Pernah Viral

OpenAI resmi menghentikan Sora, aplikasi pembuat video berbasis kecerdasan buatan yang sempat viral sejak peluncurannya pada akhir 2024. Pengumuman ini mengejutkan banyak pengguna, terutama kreator yang aktif memanfaatkan teknologi tersebut untuk produksi konten visual.

Kabar penutupan disampaikan langsung melalui platform X pada Selasa sore waktu setempat. Dalam pernyataannya, tim Sora mengucapkan terima kasih kepada komunitas pengguna yang telah berkontribusi dalam pengembangan dan penggunaan aplikasi tersebut.

baca juga”Meta Rilis 3 Fitur Baru Anti Penipuan, 10,9 Juta Akun Dinonaktifkan

Pengumuman Penutupan dan Ketidakpastian Jadwal

Dalam unggahan resminya, OpenAI menyatakan bahwa mereka akan segera memberikan informasi lanjutan terkait jadwal penghentian layanan, baik untuk aplikasi maupun API. Hingga saat ini, belum ada tanggal pasti kapan akses Sora benar-benar dihentikan untuk publik maupun pengembang.

Perusahaan juga menjanjikan panduan bagi pengguna untuk menyimpan atau mengamankan karya video yang telah dibuat. Hal ini menjadi perhatian penting, mengingat banyak kreator yang masih bergantung pada platform tersebut.

Alasan OpenAI Menghentikan Sora

Menurut pernyataan kepada Engadget, keputusan ini diambil karena perubahan fokus strategis perusahaan. OpenAI kini mengalihkan sumber daya komputasi dan riset ke pengembangan teknologi lain yang dinilai lebih berdampak jangka panjang.

Juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa tim Sora akan difokuskan pada penelitian simulasi dunia nyata. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung kemajuan robotika, khususnya dalam membantu manusia menyelesaikan tugas fisik di dunia nyata.

Langkah ini juga mencerminkan arah baru OpenAI yang semakin menargetkan pasar profesional dan enterprise. Di bawah kepemimpinan Sam Altman, perusahaan memperkuat fokus pada produk seperti alat pemrograman, software bisnis, dan pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut.

Performa Sora Sempat Fluktuatif

Meski sempat mencuri perhatian global, performa Sora tidak sepenuhnya stabil. Data dari TechCrunch yang mengutip Appfigures menunjukkan bahwa jumlah unduhan aplikasi ini sempat mengalami penurunan signifikan.

Setelah debut kuat di App Store Amerika Serikat, unduhan Sora turun sekitar 32 persen dari November ke Desember. Meski sempat naik kembali sebesar 45 persen pada Januari 2026, tren tersebut dinilai belum cukup untuk mempertahankan momentum jangka panjang.

Fluktuasi ini memperlihatkan tantangan dalam mempertahankan minat pengguna terhadap produk AI yang sangat kompetitif dan cepat berkembang.

Strategi Baru OpenAI ke Arah Profit dan AGI

Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa OpenAI kini memprioritaskan area yang lebih dekat dengan potensi monetisasi. Fokus tersebut meliputi pengembangan tools coding, solusi enterprise, robotika, dan ambisi besar dalam mencapai Artificial General Intelligence (AGI).

Strategi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar inovasi, tetapi juga keberlanjutan bisnis di tengah tingginya biaya komputasi dan persaingan industri AI global.

Dampak bagi Pengguna dan Masa Depan Sora

Penutupan Sora tentu berdampak langsung bagi komunitas kreator yang telah mengandalkan teknologi ini. Banyak pengguna kini menunggu kejelasan mengenai batas waktu penggunaan serta opsi migrasi atau penyimpanan data.

Ke depan, langkah OpenAI ini bisa menjadi sinyal bahwa industri AI akan semakin mengarah pada efisiensi dan fokus produk. Sora mungkin berhenti sebagai aplikasi, tetapi teknologi di baliknya berpotensi tetap berkembang dalam bentuk lain yang lebih terintegrasi.

Dengan perubahan strategi ini, OpenAI menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam pengembangan AI global, sekaligus menunjukkan bahwa tidak semua produk inovatif akan dipertahankan jika tidak sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan.

baca juga”OpenAI Siapkan Aplikasi Super, Gabungkan ChatGPT hingga Browser Atlas

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *