Dispora Kalsel Tingkatkan Kapasitas Wirausaha Muda Melalui Pelatihan Digital Marketing
Pelatihan Digital Jadi Strategi Hadapi Perubahan Ekonomi
Sebanyak 45 wirausaha muda dari tiga daerah di Kalimantan Selatan mengikuti program peningkatan digital marketing yang digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan di Banjarmasin pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong pelaku usaha muda agar lebih adaptif di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.
Peserta berasal dari Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala. Mereka dipilih berdasarkan kriteria telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga pelatihan dapat difokuskan pada peningkatan kapasitas, bukan lagi tahap perintisan usaha.
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan pemuda di daerah. Ia menegaskan bahwa kemampuan digital marketing kini menjadi kebutuhan utama, bukan lagi sekadar nilai tambah.
Baca Juga “Mengatasi Execution Gap dalam Digital Marketing“
Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja dan berinteraksi dengan produk. Oleh karena itu, pelaku usaha harus mampu menyesuaikan strategi pemasaran agar tetap relevan dengan perilaku konsumen yang terus berkembang.
Materi Komprehensif: Branding, Marketing, hingga Ekspor
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang mencakup branding, strategi pemasaran digital, hingga peluang ekspor. Materi disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh, mulai dari membangun identitas produk hingga memperluas pasar.
Dispora Kalsel menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, termasuk praktisi bisnis, akademisi, dan instansi pemerintah. Salah satu lembaga yang terlibat adalah Badan Riset dan Inovasi Daerah yang memberikan perspektif berbasis riset dan inovasi.
Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Rika Ayu Zainab, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tahap kedua dari program serupa. Pada tahap ini, pihaknya ingin memperdalam kemampuan peserta dalam memanfaatkan platform digital secara optimal.
Ia menambahkan bahwa setiap peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami implementasi strategi digital secara nyata dalam bisnis mereka.
Selain itu, pelatihan juga membahas pemanfaatan media sosial, optimasi konten, serta cara membaca tren pasar digital. Hal ini penting agar pelaku usaha tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru.
Evaluasi Terukur dan Pendampingan Berkelanjutan
Untuk memastikan efektivitas pelatihan, Dispora Kalsel menerapkan metode evaluasi melalui pre-test dan post-test. Metode ini digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti pelatihan.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam merancang program lanjutan. Dispora berencana mengumpulkan kembali para peserta dalam kegiatan seperti jambore wirausaha muda untuk memantau perkembangan usaha mereka.
Kepala Seksi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda, Iqbal Khoirul Anam, menegaskan bahwa pembinaan tidak berhenti pada pelatihan saja. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar ilmu yang diperoleh benar-benar berdampak pada pertumbuhan usaha.
Pendekatan ini juga membuka ruang kolaborasi antar peserta. Mereka dapat saling berbagi pengalaman, membangun jaringan bisnis, serta menciptakan peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Digitalisasi Jadi Kunci Daya Saing Wirausaha Muda
Perubahan global, termasuk dampak dari pandemi COVID-19, telah mempercepat adopsi digital di berbagai sektor. Bisnis yang tidak mampu beradaptasi dengan teknologi digital cenderung tertinggal.
Pebriadin Hapiz menekankan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Namun, ia optimistis bahwa pelaku usaha yang memiliki kemampuan digital akan lebih siap menghadapi berbagai situasi.
Dengan memanfaatkan digital marketing, pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa batas geografis. Hal ini membuka peluang bagi produk lokal untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa adopsi digital oleh UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas akses pasar. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini dinilai sangat relevan dan strategis.
Harapan dan Prospek ke Depan
Melalui program ini, Dispora Kalsel berharap wirausaha muda tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Kemampuan adaptasi menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan bisnis di era digital.
Ke depan, pemerintah daerah berencana memperluas jangkauan pelatihan agar lebih banyak wirausaha muda dapat merasakan manfaatnya. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus ditingkatkan untuk memperkaya materi dan pendekatan pelatihan.
Program ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal. Dengan dukungan yang tepat, wirausaha muda Kalimantan Selatan berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat.
Pada akhirnya, pelatihan digital marketing bukan hanya soal meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun pola pikir adaptif dan inovatif. Inilah fondasi penting bagi wirausaha muda untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di masa depan.
Baca Juga “Bukan Sekadar Iklan: Mengapa Digital Marketing Jadi Napas Baru UMKM di Tahun 2026?“
