Tue. Apr 14th, 2026
umkm

KOLABORASI DIGITAL MARKETING PERKUAT STRATEGI 4P UMKM DESA WISATA DALEGAN
Sinergi Pelaku UMKM dan Tim Media Sosial Dorong Promosi Wisata dan Produk Lokal

Desa wisata pesisir di Gresik, tepatnya di kawasan Dalegan, menunjukkan potensi ekonomi yang besar melalui wisata Pantai Pasir Putih dan produk UMKM khas seperti ikan asap serta legen. Namun, perkembangan era digital menghadirkan tantangan baru, terutama dalam aspek pemasaran, kapasitas sumber daya manusia, dan pengelolaan wisata.

Baca Juga “UMKM Didorong Segera Migrasi ke Digital Marketing demi Menjaga Eksistensi

Keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu kendala utama. Dari hampir seribu pelaku UMKM di desa tersebut, hanya sekitar 60 kios yang tersedia di area wisata. Kondisi ini mendorong perlunya strategi alternatif agar pelaku usaha tetap dapat berkembang tanpa bergantung pada lokasi fisik.

Kepala Desa Dalegan, H. Moh Qolib, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat dalam menjalankan usaha terlihat dari jumlah peserta undian kios yang mencapai ribuan. Ia menegaskan bahwa seluruh pelaku UMKM berasal dari warga lokal, yang menunjukkan kuatnya semangat kewirausahaan di desa tersebut.

Menghadapi situasi ini, kolaborasi digital marketing menjadi solusi strategis. Pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan platform digital agar dapat menjangkau pasar lebih luas tanpa terbatas ruang. Pendekatan ini sekaligus membuka peluang usaha berbasis rumah yang lebih fleksibel.

Dalam implementasinya, konsep pemasaran 4P yang diperkenalkan oleh E. Jerome McCarthy menjadi dasar penguatan strategi. Empat elemen utama, yaitu product, price, place, dan promotion, digunakan sebagai panduan dalam mengembangkan usaha secara lebih terarah.

Pada aspek produk, pelaku UMKM diarahkan untuk meningkatkan kualitas, desain, serta identitas merek. Produk yang memiliki ciri khas dan kemasan menarik dinilai lebih mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Dari sisi harga, strategi yang diterapkan mencakup penyesuaian harga dengan daya beli konsumen, pemberian promo, serta penawaran nilai tambah. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan dan daya tarik produk.

Sementara itu, pada aspek distribusi, pelaku usaha tidak lagi hanya mengandalkan penjualan langsung di lokasi wisata. Pemanfaatan marketplace, media sosial, hingga sistem afiliasi menjadi alternatif untuk memperluas jangkauan pasar.

Pada elemen promosi, pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, mulai dari promosi mulut ke mulut hingga kampanye digital. Kolaborasi dengan influencer dan pembuatan konten kreatif menjadi strategi yang semakin relevan di era media sosial.

Di sisi lain, pengelola wisata Pantai Pasir Putih Dalegan juga aktif memanfaatkan platform seperti Instagram dan TikTok untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Promosi destinasi wisata yang terintegrasi dengan produk UMKM menjadi pendekatan yang dinilai efektif.

Kolaborasi antara pelaku UMKM dan tim media sosial desa menjadi kunci dalam strategi ini. Sinergi tersebut diperkuat melalui program pendampingan yang melibatkan Universitas Sunan Gresik melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Program ini memberikan pelatihan kepada 24 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, dan tim media sosial desa. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar pemasaran, pengembangan produk, hingga strategi konten digital.

Pelatihan juga menekankan pentingnya personal branding dan pemahaman algoritma media sosial. Peserta diajarkan cara memilih platform yang tepat, membuat konten yang konsisten, serta membangun identitas digital yang profesional.

Menurut salah satu pemateri, strategi konten menjadi jembatan antara pemasaran tradisional dan digital. Dengan konten yang terarah, kolaborasi antara pelaku UMKM dan tim promosi wisata dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal sekaligus menarik minat wisatawan. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pantai, tetapi juga membeli produk khas sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Secara lebih luas, digitalisasi UMKM menjadi tren yang terus berkembang di Indonesia. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan daya saing usaha kecil serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat nasional.

Dengan adanya kolaborasi dan pelatihan ini, pelaku UMKM di Desa Dalegan diharapkan mampu mengembangkan strategi pemasaran yang lebih adaptif. Mereka juga diharapkan dapat memanfaatkan media sosial secara optimal untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Ke depan, sinergi antara pemerintah desa, pelaku UMKM, dan institusi pendidikan perlu terus diperkuat. Dengan strategi yang tepat, Desa Wisata Dalegan berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi berbasis digital di kawasan pesisir.

Baca Juga “LKS Digital Marketing 2026 Uji Kemampuan Siswa SMK dari Riset hingga Penjualan Nyata”

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *