Mon. Jul 27th, 2026

Airlangga Sebut Data Center Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Pemerintah terus mempercepat transformasi digital sebagai salah satu strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan data center, kecerdasan artifisial (AI), dan talenta digital kini menjadi fokus penting dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 8 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi digital memiliki peran strategis sebagai mesin pertumbuhan baru. Menurutnya, keberhasilan pengembangan teknologi digital sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung, terutama pusat data yang andal dan berkapasitas besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan keynote speech dalam peringatan satu dekade Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) 2026 di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

baca juga”Marketplace Wajib Diskon Biaya Layanan Produk Lokal

Data Center dan AI Jadi Penggerak Baru Ekonomi Nasional

Airlangga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi berbasis AI tidak dapat dipisahkan dari keberadaan data center. Infrastruktur ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan, pengolahan, dan distribusi data yang menjadi bahan bakar utama berbagai layanan digital modern.

Menurutnya, kebutuhan terhadap pusat data terus meningkat seiring berkembangnya layanan berbasis cloud, kecerdasan buatan, e-commerce, fintech, hingga industri manufaktur digital. Oleh karena itu, penguatan industri data center menjadi langkah penting untuk menjaga daya saing Indonesia di era ekonomi digital.

Ia menilai industri pusat data tidak lagi hanya berperan sebagai pendukung teknologi, melainkan telah menjadi sektor strategis yang mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta mempercepat transformasi ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga memberikan apresiasi kepada IDPRO yang selama sepuluh tahun terakhir berkontribusi dalam pengembangan ekosistem pusat data di Indonesia.

Kerja Sama ASEAN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Kawasan

Selain membangun infrastruktur digital dalam negeri, pemerintah turut memperkuat kerja sama ekonomi digital di tingkat regional. Salah satu langkah yang sedang didorong adalah penyelesaian Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN.

Kerangka kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat integrasi ekonomi digital antarnegara ASEAN sekaligus meningkatkan nilai transaksi digital kawasan secara signifikan.

Airlangga menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi digital ASEAN. Potensi tersebut didukung oleh jumlah penduduk yang besar, tingkat adopsi internet yang terus meningkat, serta pertumbuhan ekosistem digital yang relatif cepat dibandingkan sejumlah negara di kawasan.

Ia juga menyebut Indonesia memiliki keunggulan kompetitif untuk mengembangkan industri data center, termasuk ketersediaan lahan yang luas, biaya energi yang kompetitif, dan sumber energi yang beragam seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air.

Dengan dukungan tersebut, Indonesia berpotensi berkembang menjadi pusat data regional yang melayani kebutuhan bisnis digital di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Percepat Pengembangan Industri Semikonduktor Nasional

Selain data center, pemerintah mulai memberikan perhatian besar pada pengembangan industri semikonduktor sebagai bagian dari strategi jangka panjang transformasi digital.

Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Inggris, ARM, untuk mendukung pengembangan desain cip atau chip design di Indonesia.

Pengembangan industri semikonduktor dinilai sangat penting karena teknologi ini menjadi komponen utama dalam berbagai perangkat modern, mulai dari smartphone, pusat data, kendaraan listrik, internet of things (IoT), hingga sistem kecerdasan buatan.

Untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta muda di bidang semikonduktor dalam tiga tahun mendatang.

Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus menciptakan tenaga ahli yang mampu bersaing di pasar teknologi global.

Talenta Digital Menjadi Faktor Penentu Daya Saing Indonesia

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, Airlangga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, talenta digital akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital yang semakin besar. Karena itu, investasi pada pendidikan, pelatihan teknologi, dan peningkatan keterampilan digital perlu terus diperluas.

Pemerintah optimistis kombinasi antara pengembangan data center, percepatan industri semikonduktor, dan peningkatan jumlah talenta digital akan menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dengan dukungan infrastruktur modern dan sumber daya manusia yang kompeten, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara sekaligus mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi pada era transformasi digital.

baca juga”Rp 17,5 Triliun Bansos Pangan Siap Disebar ke 33,2 Juta Penerima

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *