Lazada Indonesia Dorong Seller Optimalkan Listing Produk dengan AI
Perkembangan kecerdasan artifisial atau AI membuka peluang baru bagi seller e-commerce di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan toko online. Teknologi ini dapat membantu berbagai pekerjaan rutin, termasuk membuat judul, menyusun deskripsi, dan menyiapkan visual produk.
Baca Juga “Syarat Monetisasi YouTube 2027 Diperbarui, Ini Efeknya untuk Kreator dan Bisnis Online“
Kebutuhan tersebut semakin relevan ketika seller harus mengelola banyak produk sekaligus. Listing yang informatif dan menarik dapat membantu konsumen memahami produk dengan lebih cepat sebelum mengambil keputusan pembelian.
Riset Lazada Ungkap Minat Seller Indonesia terhadap AI
Ketertarikan seller terhadap teknologi AI terlihat dalam riset Lazada bertajuk Bridging the AI Gap: Online Seller Perceptions and Adoption Trends in Southeast Asia.
Riset tersebut menunjukkan 90% seller Indonesia yang disurvei menilai AI penting untuk meningkatkan produktivitas. Sementara itu, 50% seller yang menjadi responden masuk dalam kategori AI Aspirants.
Kelompok tersebut terdiri dari seller yang mulai berinvestasi pada teknologi AI. Mereka menilai AI dapat membantu menangani pekerjaan yang lebih kompleks sekaligus meningkatkan produktivitas operasional.
Riset Lazada juga mencatat penggunaan AI untuk membuat dan mengoptimalkan listing produk. Solusi pemasaran berbasis AI turut menjadi aplikasi yang banyak digunakan oleh kelompok tersebut.
AI Membantu Seller Membuat Listing Lebih Efektif
Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, mengatakan listing produk memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar menampilkan barang.
Menurut Amelia, listing menjadi ruang bagi seller untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produk kepada calon pembeli. Informasi yang lengkap dapat membantu konsumen memahami produk dengan lebih cepat.
“AI membantu seller menyusun informasi produk yang lebih lengkap dan menarik, mulai dari judul, deskripsi, gambar, hingga kata kunci,” ujar Amelia dalam siaran pers yang diterima di Medan, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, penggunaan AI dapat membantu konsumen memperoleh informasi produk dengan lebih cepat. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung pengalaman belanja sekaligus meningkatkan keyakinan konsumen sebelum membeli.
AI Smart Listing Percepat Pembuatan Informasi Produk
Untuk menjawab kebutuhan seller, Lazada menghadirkan AI Smart Listing. Solusi ini membantu mempercepat pembuatan listing dengan mengisi atribut produk berdasarkan gambar atau kata kunci yang diberikan seller.
Fitur tersebut dapat membantu seller mengurangi pekerjaan manual ketika menyiapkan informasi produk. Seller kemudian dapat meninjau dan menyesuaikan hasilnya agar tetap sesuai dengan karakter produk yang dijual.
Selain mempercepat pembuatan listing, Lazada menyediakan AI Smart Product Optimisation. Fitur ini membantu seller menemukan bagian listing yang masih dapat ditingkatkan.
Area yang dapat dievaluasi mencakup judul, deskripsi, dan gambar produk. Dengan pendekatan tersebut, seller dapat melakukan perbaikan pada listing yang sudah tersedia tanpa harus menyusunnya kembali dari awal.
Optimasi Listing Membantu Seller Menghemat Waktu
Amelia mengatakan AI memungkinkan seller memperbaiki listing dalam waktu yang lebih singkat. Efisiensi tersebut dapat membantu seller mengalokasikan waktu untuk aktivitas bisnis yang lebih strategis.
“Melalui AI, seller dapat memperbaiki listing dalam hitungan menit,” kata Amelia.
Menurut Lazada, pemanfaatan AI juga dapat menyederhanakan pekerjaan repetitif. Contohnya termasuk membuat, memperbarui, dan memperbaiki listing produk.
Efisiensi tersebut dapat membantu seller membangun alur kerja yang lebih sistematis. Seller kemudian dapat mencurahkan lebih banyak perhatian pada pengembangan produk, layanan pelanggan, dan strategi penjualan.
Tiga Fokus Seller dalam Memanfaatkan AI
Amelia membagikan tiga fokus yang dapat diterapkan seller ketika menggunakan AI untuk mengembangkan toko online.
Pertama, seller dapat memanfaatkan AI untuk mengoptimalkan informasi dan visual produk. Konten yang lebih jelas dan menarik dapat membantu menyampaikan manfaat produk kepada calon konsumen.
Kedua, seller perlu menjaga kualitas listing agar tetap relevan dengan perkembangan tren pasar. Evaluasi secara berkala diperlukan karena preferensi konsumen dan pola pencarian produk dapat berubah.
Ketiga, seller dapat menggunakan AI untuk menghemat waktu operasional. Pekerjaan rutin yang lebih cepat dapat memberikan ruang bagi seller untuk menjalankan aktivitas yang membutuhkan pertimbangan bisnis secara langsung.
Lazada Perkuat Edukasi Seller tentang Pemanfaatan AI
Lazada tidak hanya menyediakan solusi berbasis AI, tetapi juga mendukung peningkatan kemampuan seller melalui edukasi. Salah satu fasilitas yang tersedia adalah Lazada University sebagai sumber pembelajaran bagi pelaku usaha.
Lazada juga menyelenggarakan berbagai program pelatihan untuk membantu seller mengembangkan kemampuan bisnis. Salah satunya adalah Lazada Seller Creator Camp yang digelar pada 13 Agustus 2026.
Program tersebut menghadirkan ahli yang membagikan wawasan mengenai pemasaran, branding, dan fotografi produk. Materi tersebut melengkapi pemanfaatan teknologi dengan kemampuan praktis yang tetap dibutuhkan dalam pengelolaan toko online.
Amelia menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran manusia dalam mengembangkan bisnis. Menurutnya, seller tetap membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan AI serta berbagai perangkat digital secara tepat.
“Kami berkomitmen untuk membantu seller membangun bisnis yang berkelanjutan,” ujar Amelia.
Ia menambahkan, pelatihan diperlukan agar seller dapat menggunakan AI secara efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Pendekatan tersebut menempatkan teknologi sebagai alat untuk memperkuat kemampuan seller, bukan sekadar menggantikan pekerjaan manual.
AI Jadi Pendukung Strategi Pertumbuhan Bisnis Online
Pemanfaatan AI dalam pengelolaan listing menunjukkan perubahan cara seller menjalankan operasional e-commerce. Teknologi dapat membantu menangani pekerjaan berulang, sementara seller tetap berperan dalam menentukan strategi, kualitas informasi, dan positioning produk.
Bagi seller yang mengelola banyak produk, efisiensi pembuatan dan optimalisasi listing dapat menjadi bagian penting dari pengelolaan toko. Namun, hasil penggunaan AI tetap perlu diperiksa agar informasi yang ditampilkan akurat dan sesuai dengan produk.
Ke depan, pemanfaatan AI berpotensi semakin terintegrasi dengan berbagai aktivitas e-commerce. Seller yang mampu menggabungkan teknologi, kreativitas, dan pemahaman terhadap konsumen dapat memiliki lebih banyak ruang untuk fokus pada pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga “ETP Group Joins Indonesia Retail Summit 2026 as Key Sponsor“
