Fri. May 15th, 2026
belanja online

JAM SAHUR DAN BERBUKA PUASA MENJADI WAKTU PUNCAK BELANJA ONLINE DI RAMADAN

Pola belanja masyarakat Indonesia menunjukkan perubahan signifikan selama bulan Ramadhan. Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, menyatakan bahwa jam sahur dan berbuka puasa menjadi periode dengan lonjakan aktivitas belanja online tertinggi, berbeda dari hari biasa yang biasanya aktif di pagi hingga siang hari.

“Kalau hari-hari biasa, lonjakan belanja biasanya terjadi setelah orang bangun atau saat sampai kantor. Namun di Ramadan, spike terjadi jam 3 pagi dan jam 7 malam,” kata Amelia saat acara Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Fenomena ini menunjukkan perubahan kebiasaan konsumen yang memanfaatkan waktu luang saat sahur maupun berbuka untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan produk favorit mereka.

Baca Juga “Minat Belanja Online Makin Tinggi, Sirclo Bagikan 5 Tips Agar Tetap Hemat

Peningkatan Minat Belanja Sebelum dan Selama Ramadhan

Lazada mencatat bahwa tren belanja online meningkat bahkan sebelum Ramadan dimulai. Konsumen sudah mulai membeli kebutuhan pokok, peralatan dapur, hingga produk elektronik. Hal ini dikarenakan persiapan menghadapi bulan puasa dan Lebaran yang biasanya membutuhkan berbagai perlengkapan rumah tangga dan hadiah.

“Selain kebutuhan pokok, produk fashion dan kecantikan juga menjadi incaran konsumen. Mereka ingin tampil menarik saat Ramadan tiba. Produk makanan, alat masak, dan personal care juga meningkat penjualannya,” jelas Amelia. Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan gaya hidup dan tradisi Ramadan memengaruhi perilaku belanja secara digital.

Elektronik dan Gadget Menjadi Produk Favorit di Ramadan

Memasuki momen Lebaran, produk elektronik seperti televisi, smartphone, dan perangkat rumah tangga banyak dicari. Amelia menekankan bahwa faktor gajian dan THR yang berdekatan dengan Ramadan mendorong masyarakat untuk membeli produk-produk bernilai lebih tinggi.

“Kami melihat lonjakan penjualan elektronik sekarang karena momen gajian dan THR mendekat. Penjualan gadget dan barang elektronik skala besar meningkat signifikan di peringkat penjualan,” tambah Amelia. Data ini menunjukkan bahwa konsumen memanfaatkan promo dan diskon untuk membeli barang-barang bernilai tinggi selama periode khusus ini.

Strategi Promosi Lazada untuk Meningkatkan Penjualan

Untuk mengakomodasi perubahan perilaku belanja ini, Lazada meluncurkan berbagai promosi dalam program 3.3 Ramadan Mega Sale. Strategi promosi mencakup:

Cicilan 0 persen selama 6–12 bulan

Instalasi produk gratis untuk pembelian tertentu

Diskon hingga 95 persen pada jam-jam tertentu mulai 2–6 Maret

Voucher diskon hingga Rp1,4 juta

Promosi ini disesuaikan dengan pola waktu puncak belanja, sehingga konsumen dapat memanfaatkan jam sahur maupun berbuka untuk berbelanja dengan lebih hemat.

Teknologi dan Layanan Pelanggan Mendukung Pengalaman Belanja

Lazada juga menghadirkan layanan pelanggan Once & Done, yang menawarkan respon cepat dan solusi bagi masalah transaksi. Selain itu, platform ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu penjual meningkatkan penjualan, terutama bagi jenama lokal. Sistem AI menganalisis tren pembelian dan preferensi konsumen untuk menyesuaikan strategi penjualan, sehingga mempermudah penjual dalam memaksimalkan omzet.

Tips Belanja Online Efektif di Bulan Puasa

Bagi konsumen yang ingin berbelanja online selama Ramadan, Amelia menyarankan beberapa strategi agar pengalaman belanja lebih optimal:

Pantau Jam Promo: Manfaatkan jam sahur atau berbuka untuk mendapatkan diskon terbaik.

Gunakan Cicilan: Untuk produk bernilai tinggi, cicilan 0 persen bisa membantu manajemen keuangan.

Periksa Review dan Rating: Pastikan kualitas produk sesuai ekspektasi untuk menghindari ketidakpuasan.

Optimalkan Voucher dan Cashback: Gabungkan promo untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Manfaatkan Fitur AI Lazada: Gunakan rekomendasi produk untuk menemukan kebutuhan spesifik dengan cepat.

Dampak Perubahan Perilaku Konsumen terhadap E-Commerce

Pola belanja ini menegaskan pentingnya adaptasi platform e-commerce terhadap kebiasaan konsumen. Lonjakan transaksi pada jam-jam tertentu menuntut infrastruktur digital yang stabil dan cepat, sistem pembayaran yang andal, serta layanan pelanggan yang responsif. Strategi ini tidak hanya menguntungkan konsumen tetapi juga meningkatkan omzet penjual lokal dan platform secara keseluruhan.

Kesimpulan

Lonjakan aktivitas belanja online di jam sahur dan berbuka puasa selama Ramadan menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku konsumen Indonesia. Platform e-commerce seperti Lazada berhasil memanfaatkan fenomena ini dengan promosi tepat waktu, teknologi AI, dan layanan pelanggan unggulan. Pemahaman pola belanja ini menjadi kunci untuk meningkatkan penjualan, mendukung UMKM, dan memaksimalkan pengalaman berbelanja masyarakat selama bulan suci.

Baca Juga “Wanti-wanti buat Pemerintah yang Mau Atur Biaya Admin Toko Online

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *