DAMAC Digital Bangun Pusat Data Senilai Rp 2,3 Triliun di Jakarta
DAMAC Digital, perusahaan infrastruktur digital yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab, memulai pembangunan pusat data terbesar di Indonesia senilai Rp 2,3 triliun. Proyek ini diberi nama JKT01 – Jakarta Central dan dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026. Langkah ini menandai komitmen DAMAC Digital untuk memperluas jejaknya di Asia Tenggara sekaligus mendukung transformasi digital nasional.
baca juga”Instagram Hadirkan Link Klik Caption untuk Pengguna Terpilih“
Progres Konstruksi dan Topping Off
Pembangunan JKT01 dimulai pada Agustus 2025 dan berhasil mencapai milestone penting berupa topping off pada kuartal pertama 2026. Milestone ini menandai rampungnya struktur utama bangunan dan fondasi operasional pusat data. Hussain Sajwani, pendiri DAMAC Digital, menekankan bahwa capaian ini mencerminkan kerja sama tim yang solid serta kualitas teknik konstruksi yang tinggi.
Bangunan pusat data ini memiliki enam lantai dengan luas total 15.080 meter persegi di atas lahan 3.600 meter persegi. Kapasitas daya yang disiapkan mencapai 19,2 MW, memungkinkan pengoperasian hingga 1.350 rak server dengan efisiensi energi yang optimal.
Desain Teknologi dan Green Data Center
JKT01 dirancang sebagai data center generasi terbaru dengan tiga ruang data (data hall), masing-masing seluas 760 meter persegi. Setiap ruang dirancang untuk mendukung operasi berkelanjutan dan efisiensi energi, mengikuti standar internasional green data center.
Fasilitas ini dilengkapi menara pendingin air (water cooling tower) canggih untuk menjaga suhu ideal sekaligus mengurangi konsumsi energi. Desain ini memungkinkan penggunaan ruang server dengan kerapatan 13–15 kW per rak, memastikan pusat data beroperasi efisien dan ramah lingkungan.
Mendukung Transformasi Digital Indonesia
Hussain Sajwani menyatakan bahwa JKT01 merupakan bagian dari strategi DAMAC Digital untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan digital di Asia. “Proyek ini menegaskan komitmen kami untuk menghadirkan infrastruktur digital berkualitas tinggi di kawasan Asia Tenggara, dimulai dari Jakarta,” ujarnya.
Pusat data ini akan memenuhi permintaan yang meningkat dari penyedia layanan cloud dan perusahaan digital, meningkatkan kapasitas penyimpanan data lokal, dan menurunkan ketergantungan pada pusat data regional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi digital.
Dampak Ekonomi dan Ekosistem Digital Lokal
Selain mendukung teknologi, JKT01 juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal. Proyek ini membuka lapangan kerja baru di bidang konstruksi, teknik, dan TI. Dengan fasilitas modern, pusat data ini akan menjadi infrastruktur kunci bagi perusahaan nasional dan multinasional, memperkuat ekosistem digital, serta meningkatkan daya saing Indonesia di sektor teknologi.
Lokasi Strategis di MT Haryono
Pemilihan kawasan MT Haryono sebagai lokasi JKT01 dipertimbangkan secara strategis. Kawasan ini menjadi salah satu pusat hub data di Jakarta dengan konektivitas tinggi, memungkinkan distribusi data cepat, latensi rendah, dan redundansi jaringan yang lebih baik. Posisi ini juga mempermudah integrasi dengan penyedia layanan cloud internasional.
Pandangan Masa Depan dan Ekspansi Regional
JKT01 merupakan tahap awal dari rencana ekspansi DAMAC Digital di Asia Tenggara. Perusahaan berencana mengembangkan data center tambahan untuk mendukung layanan cloud, edge computing, dan infrastruktur digital di wilayah regional. Desain yang scalable dan ramah lingkungan memastikan proyek ini dapat berkembang sesuai kebutuhan pasar.
Selain memberikan infrastruktur digital yang modern, proyek ini diharapkan menjadi katalis bagi investasi teknologi di Indonesia. Kehadiran JKT01 memperkuat posisi Jakarta sebagai hub digital dan mendukung ambisi Indonesia menjadi salah satu kekuatan digital utama di Asia.
baca juga”Ambisi Besar Masayoshi Son: SoftBank Incar Akuisisi Perusahaan Data Center Switch“
