Ihsan Iskandar Bekali Purnabakti PLN dengan Entrepreneurship dan Digital Marketing
Ihsan Iskandar, S.Sos., M.E., C.DMP., dipercaya menjadi trainer dalam pelatihan Entrepreneurship dan Digital Marketing Kedai Kopi bagi para Purnabakti PLN. Kegiatan tersebut berlangsung pada 4 Agustus 2026 di Jalan Lapangan Golf No. 35, Kampung Tengah, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Baca Juga “KKN UMM Bawa UMKM Arjowilangun Selangkah Lebih Dekat ke Era Digital“
Pelatihan tersebut mendorong peserta tetap produktif setelah memasuki masa purnabakti. Program juga membuka wawasan mengenai peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan berdasarkan pengalaman, minat, dan kemampuan masing-masing peserta.
Sebagai trainer, Ihsan membagikan pengetahuan mengenai pengembangan bisnis kedai kopi. Ia memadukan materi entrepreneurship dengan strategi digital marketing untuk membantu peserta memahami cara membangun usaha dan menjangkau konsumen melalui kanal digital.
Pelatihan Bahas Dasar Pengembangan Bisnis Kedai Kopi
Materi pelatihan mencakup sejumlah aspek penting dalam membangun usaha. Peserta diajak memahami konsep bisnis, menentukan target konsumen, merumuskan keunggulan produk, serta membangun identitas merek.
Ihsan juga memperkenalkan pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran. Peserta diarahkan memahami cara membuat konten digital yang relevan untuk memperkenalkan produk dan menarik perhatian calon pelanggan.
Menurut Ihsan, pelaku usaha tidak cukup hanya menghasilkan produk berkualitas. Mereka perlu memahami karakter konsumen dan pengalaman yang ingin dibangun melalui bisnis.
“Alhamdulillah, sebuah kehormatan bagi saya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi trainer Entrepreneurship dan Digital Marketing Kedai Kopi kepada para Purnabakti PLN,” ujar Ihsan.
Ia menilai semangat peserta menunjukkan bahwa masa purnabakti dapat menjadi awal aktivitas produktif. Pengalaman profesional yang telah dimiliki peserta dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha baru.
Digital Marketing Buka Peluang Perluas Pasar
Perkembangan teknologi mengubah cara bisnis berkomunikasi dengan konsumen. Pelaku usaha kini dapat memperkenalkan produk melalui berbagai kanal digital tanpa sepenuhnya bergantung pada metode promosi konvensional.
Dalam pelatihan tersebut, Ihsan menjelaskan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai aset bisnis. Pelaku usaha dapat menggunakannya untuk memperkenalkan produk, menampilkan proses bisnis, dan membangun komunikasi dengan pelanggan.
Media sosial juga dapat digunakan untuk membangun komunitas di sekitar merek. Strategi tersebut dapat membantu usaha menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai produk.
Ihsan menekankan bahwa teknologi digital tidak harus dipahami sebagai sesuatu yang rumit. Pelaku usaha perlu memulai dari kebutuhan bisnis dan memilih kanal yang sesuai dengan karakter target konsumen.
“Digital marketing seharusnya dibuat sederhana dan dapat dipraktikkan. Yang terpenting adalah pelaku usaha memahami siapa target konsumennya, apa yang ingin disampaikan, platform mana yang digunakan, serta bagaimana aktivitas pemasaran tersebut dapat memberikan hasil nyata bagi bisnis,” jelasnya.
Pengalaman Purnabakti Menjadi Modal Berwirausaha
Peserta pelatihan memiliki pengalaman profesional yang panjang selama bekerja di PLN. Ihsan melihat pengalaman tersebut dapat menjadi modal berharga ketika dipadukan dengan pengetahuan entrepreneurship dan keterampilan digital.
Menurutnya, dunia usaha tidak mengenal batas usia. Kemauan untuk belajar dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting ketika seseorang ingin memulai aktivitas ekonomi baru.
Bisnis kedai kopi menjadi salah satu contoh usaha yang dapat dikembangkan berdasarkan konsep dan karakter pasar. Selain menjual produk, kedai kopi dapat menjadi ruang interaksi dan membangun komunitas pelanggan.
Pelaku usaha juga dapat membedakan bisnis melalui konsep merek dan pengalaman pelanggan. Pemanfaatan teknologi digital kemudian membantu memperkenalkan keunikan tersebut kepada pasar yang lebih luas.
Pelatihan Selaras dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan Entrepreneurship dan Digital Marketing Kedai Kopi memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dari sisi pendidikan, kegiatan tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Quality Education. Prinsip pembelajaran sepanjang hayat memungkinkan seseorang terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Pelatihan juga berkaitan dengan SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth. Pengembangan kewirausahaan dapat mendorong produktivitas serta menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah.
Kegiatan berbasis pelatihan juga memperlihatkan pentingnya transfer pengetahuan dari akademisi dan praktisi kepada masyarakat. Keilmuan dapat memberikan dampak lebih luas ketika diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata.
Ihsan Dorong Peserta Segera Mempraktikkan Ilmu
Ihsan berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman teori setelah mengikuti pelatihan. Ia mendorong peserta mulai menerapkan pengetahuan melalui langkah sederhana dalam merancang dan mengembangkan usaha.
Langkah tersebut dapat dimulai dengan menentukan konsep bisnis dan produk. Peserta kemudian dapat membuat akun media sosial, menyusun konten, serta menguji strategi pemasaran secara bertahap.
“Harapan saya sederhana, setelah pelatihan ada ilmu yang benar-benar dipraktikkan. Mungkin dimulai dari membuat konsep bisnis, menentukan produk, membuat akun media sosial, menghasilkan konten pertama, sampai akhirnya mendapatkan pelanggan,” kata Ihsan.
Menurutnya, pelatihan akan memiliki dampak lebih besar ketika pengetahuan berubah menjadi tindakan. Pengalaman menjalankan proses tersebut juga dapat membantu peserta mengevaluasi dan memperbaiki strategi bisnis.
Kolaborasi Perlu Diperluas untuk Penguatan Kompetensi
Ihsan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi trainer. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada @stc.konsultan dan @stckonsultan atas kesempatan berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut Ihsan, kolaborasi antara trainer, lembaga konsultan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dapat memperluas akses terhadap pengembangan kompetensi.
Pelatihan semacam ini juga dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman. Peserta memperoleh pengetahuan baru, sedangkan trainer dapat memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan aktivitas usaha.
Ke depan, keterampilan entrepreneurship dan digital marketing dapat menjadi bekal tambahan bagi masyarakat yang ingin tetap aktif secara produktif setelah purnabakti. Pemanfaatan pengalaman profesional dan teknologi digital membuka peluang untuk mengembangkan usaha secara bertahap.
Ihsan berharap para Purnabakti PLN dapat menjadikan masa setelah pensiun sebagai fase baru untuk belajar, berwirausaha, dan berkarya.
“Semoga pengetahuan yang dibagikan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang baru. Masa purnabakti dapat menjadi fase baru untuk terus produktif, berwirausaha, berkarya, dan memberikan kontribusi kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” tutupnya.
Baca Juga “AI dalam Digital Marketing: Transformasi Strategi Bisnis untuk Masa Depan“
