Sat. Sep 12th, 2026
Athari Gauthi Ardi

Athari Gauthi Ardi Dorong Desa Wisata Sumbar Naik Kelas
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN, Athari Gauthi Ardi, mendorong desa wisata di Sumatera Barat untuk meningkatkan daya saing melalui pemasaran digital. Strategi tersebut dinilai penting agar destinasi lokal mampu menarik wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Athari dalam kegiatan diseminasi dan promosi desa wisata di Hotel Rangkayo Basa, Kota Padang Panjang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah, DPRD, pelaku UMKM, pengelola pariwisata, pelaku kuliner, tokoh masyarakat, ulama, serta pegiat media sosial.

Baca Juga “Peternak Ayam Turi Didorong Perluas Pasar Lewat Digital Marketing

Athari Ingin Wisatawan Tinggal Lebih Lama
Athari menilai Sumatera Barat memiliki modal pariwisata yang lengkap. Provinsi tersebut memiliki destinasi alam, bahari, kuliner, hingga budaya yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata bernilai tambah.

Menurutnya, pengembangan destinasi tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah dan masyarakat juga perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kreativitas pelaku usaha, kapasitas UMKM, serta strategi pemasaran.

“Perhatian saya bagaimana pariwisata di Sumatera Barat ini berubah, bukan hanya menjadi tempat orang numpang lewat,” ujar Athari.

Ia berharap wisatawan tidak sekadar melewati Sumatera Barat dalam perjalanan menuju daerah lain. Wisatawan diharapkan tinggal lebih lama, menikmati berbagai destinasi, dan membelanjakan uangnya di lingkungan masyarakat setempat.

Digital Marketing Perlu Diperkuat
Athari menilai pemasaran digital menjadi salah satu cara yang dapat memperluas jangkauan promosi desa wisata. Pemerintah daerah dan masyarakat dapat memanfaatkan platform seperti TikTok dan Instagram untuk memperkenalkan potensi daerah.

“Jawabannya sebenarnya simpel, tetapi belum dikembangkan secara maksimal, yaitu digital marketing,” katanya.

Menurut Athari, media sosial memungkinkan informasi mengenai destinasi lokal menjangkau calon wisatawan secara lebih luas. Konten yang konsisten juga dapat membantu membangun citra destinasi dan memperkenalkan produk UMKM kepada pasar yang lebih besar.

Namun, promosi digital perlu diikuti pengemasan destinasi yang baik. Konten yang menarik akan lebih efektif apabila wisatawan menemukan pengalaman yang sesuai ketika berkunjung ke lokasi.

Kreator Lokal Didorong Terlibat Promosi
Athari juga mengusulkan kolaborasi pemerintah daerah dengan generasi muda yang telah memiliki kemampuan membuat konten. Kreator lokal dinilai memiliki pemahaman lebih baik mengenai karakter daerah dan cerita yang dapat diangkat sebagai materi promosi.

“Jangan langsung berjalan sendiri. Ajak anak-anak muda yang sudah banyak memanfaatkan TikTok dan media sosial,” tutur Athari.

Keterlibatan kreator lokal dapat membantu pemerintah memproduksi konten yang lebih dekat dengan calon wisatawan. Kolaborasi tersebut juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi pariwisata daerah.

Padang Panjang Punya Potensi Wisata Berbeda
Athari menilai setiap daerah di Sumatera Barat memiliki karakter yang dapat menjadi keunggulan. Padang Panjang, misalnya, memiliki kondisi geografis dengan udara yang relatif sejuk.

Karakter tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata. Pengelola destinasi juga dapat menggabungkannya dengan kekayaan budaya, kuliner, serta aktivitas masyarakat untuk menciptakan paket wisata yang lebih menarik.

“Potensi kita tidak kalah dengan daerah lain,” kata Athari.

Menurutnya, tantangan utama bukan sekadar memiliki destinasi, tetapi bagaimana mengemas dan memasarkannya. Strategi tersebut diperlukan agar potensi wisata Sumatera Barat mampu naik kelas dan bersaing dengan destinasi lain.

Kementerian Pariwisata Fokus Kembangkan Desa Wisata
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Muharoni Fikky Saputra mengatakan desa wisata menjadi salah satu fokus program unggulan kementerian pada 2026.

Ia menjelaskan arah pengembangan pariwisata saat ini mengutamakan konsep pariwisata berkualitas. Pendekatan tersebut mencakup pengembangan gastronomi, wellness, serta pengalaman wisata yang memberikan nilai tambah bagi pengunjung.

Sumatera Barat dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan ketiga aspek tersebut. Kekayaan alam, budaya, dan kuliner dapat dipadukan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam.

Wellness dan Alam Jadi Potensi Sumbar
Fikky melihat karakter alam Sumatera Barat memiliki peluang untuk mendukung pengembangan wisata berbasis wellness. Wisatawan yang mencari ketenangan dapat memperoleh pengalaman dari lingkungan alam dan suasana daerah yang masih asri.

“Ketika orang mencari ketenangan atau suasana yang baik untuk jiwa dan kesehatan, Sumatera Barat memiliki banyak tempat indah dan alami, termasuk Padang Panjang,” ujarnya.

Konsep wellness dapat dikembangkan melalui aktivitas yang memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. Pengelola desa wisata juga dapat mengombinasikannya dengan kuliner lokal, budaya, serta aktivitas masyarakat.

Kuliner Sumbar Dapat Jadi Pengalaman Wisata
Selain wisata alam, kuliner menjadi kekuatan penting Sumatera Barat. Fikky menilai kekayaan gastronomi daerah dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan.

Rendang menjadi salah satu contoh kuliner yang memiliki daya tarik luas. Promosinya dapat diperluas dengan menceritakan proses memasak, penggunaan rempah, bahan baku, serta tradisi yang diwariskan antargenerasi.

“Orang jangan hanya tahu rendangnya, tetapi juga perlu mengetahui proses pembuatannya,” ujar Fikky.

Pendekatan tersebut membuat kuliner tidak hanya diposisikan sebagai produk makanan. Cerita mengenai proses dan budaya di balik makanan dapat menjadi pengalaman yang memperkuat daya tarik destinasi.

Mentawai dan Daerah Lain Punya Keunggulan
Fikky juga melihat Mentawai memiliki peluang besar dalam pengembangan wisata bahari. Sementara itu, daerah lain di Sumatera Barat dapat mengembangkan keunggulan masing-masing melalui konsep desa wisata.

Pengembangan berbasis potensi lokal memungkinkan setiap daerah memiliki karakter yang berbeda. Strategi tersebut juga dapat mencegah destinasi menawarkan pengalaman yang seragam.

Dengan mengangkat keunikan daerah, desa wisata dapat membangun identitas yang lebih kuat. Identitas tersebut kemudian dapat diperkuat melalui promosi digital yang konsisten dan melibatkan masyarakat lokal.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Desa Wisata
Kegiatan diseminasi dan promosi desa wisata menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya pemasaran digital. Pelaku UMKM dan pengelola destinasi juga perlu memahami cara mengemas potensi lokal menjadi produk wisata yang menarik.

Kolaborasi pemerintah, DPRD, pelaku usaha, masyarakat, pengelola desa wisata, dan generasi muda menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Setiap pihak dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.

Pengembangan desa wisata Sumatera Barat pada akhirnya tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan. Keberhasilan juga perlu dilihat dari lama tinggal wisatawan, belanja di destinasi, serta manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.

Dengan memperkuat digital marketing dan mengemas potensi lokal secara kreatif, desa wisata Sumatera Barat memiliki peluang untuk bertransformasi dari tempat persinggahan menjadi destinasi tujuan. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Baca Juga “KKN UMY 114: Workshop Es Dawet & Digital Marketing di Gunung Polo

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *