Mon. Jul 27th, 2026
Sensus Ekonomi

Sensus Ekonomi 2026 di Sumenep Catat Seluruh Pelaku Usaha, Termasuk Bisnis Online

Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sumenep resmi berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini bertujuan memperbarui data seluruh aktivitas ekonomi di wilayah tersebut, mulai dari usaha berskala besar hingga usaha rumah tangga dan bisnis online. Hasil pendataan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi terkini.

Baca Juga “BPS: Banyak Pelaku Usaha Online Enggan Terbuka Saat Sensus Ekonomi

Pendataan kali ini dinilai memiliki peran strategis karena struktur perekonomian terus mengalami perubahan dalam satu dekade terakhir. Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai model usaha baru yang sebelumnya belum masuk dalam cakupan sensus. Oleh sebab itu, BPS memperluas objek pendataan agar potret ekonomi daerah dapat tergambar secara lebih menyeluruh.

BPS Perluas Cakupan Pendataan hingga Bisnis Digital

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan pelaksanaan kelima sejak program tersebut pertama kali digelar. Sesuai ketentuan, sensus dilakukan setiap 10 tahun, tepat pada tahun yang berakhiran angka enam, sebagai bagian dari pembaruan data ekonomi nasional.

Menurut Handoyo, perubahan lanskap ekonomi selama 10 tahun terakhir membuat pemerintah membutuhkan data yang lebih mutakhir. Transformasi digital telah mendorong munculnya ribuan pelaku usaha baru yang menjalankan bisnis melalui marketplace, media sosial, maupun platform digital lainnya.

Karena itu, BPS tidak lagi hanya mendata perusahaan atau pelaku usaha konvensional. Usaha mikro, usaha rumahan, hingga bisnis online kini menjadi bagian penting dalam proses pendataan agar seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat terdokumentasi secara lengkap.

“Perubahan ekonomi 10 tahun terakhir menjadi penting untuk ditata dan dicatat ulang,” kata Handoyo Wijoyo saat kegiatan Sinergi Membangun Ekonomi di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (29/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pendataan dilakukan secara menyeluruh tanpa membedakan skala usaha. Seluruh unit usaha yang menghasilkan nilai ekonomi menjadi bagian dari objek Sensus Ekonomi 2026.

“Pendataannya menyeluruh, selain usaha kami juga akan menyasar usaha oleh rumah tangga atau kepala keluarga termasuk usaha online,” ujarnya.

Perluasan cakupan tersebut diharapkan mampu menghasilkan basis data yang lebih representatif. Dengan begitu, pemerintah dapat melihat perkembangan ekonomi digital yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan cukup pesat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumenep.

Sensus Menjadi Dasar Penyusunan Kebijakan Ekonomi Daerah

Selain memotret perkembangan usaha, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan menjadi acuan utama pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan. Data yang diperoleh akan memberikan gambaran mengenai sektor-sektor ekonomi yang tumbuh, sektor yang mulai melambat, hingga potensi usaha baru yang layak dikembangkan.

Handoyo menjelaskan bahwa data sensus nantinya akan dirilis secara resmi oleh BPS setelah seluruh proses pengolahan selesai. Selanjutnya, hasil tersebut akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan program pembangunan, perencanaan investasi, hingga pengembangan sektor unggulan.

Menurutnya, data ekonomi yang akurat menjadi kebutuhan penting dalam proses pengambilan keputusan. Tanpa data yang diperbarui secara berkala, pemerintah akan kesulitan menentukan prioritas pembangunan maupun mengukur efektivitas kebijakan yang telah dijalankan.

Selain dimanfaatkan pemerintah daerah, hasil sensus juga dapat digunakan oleh kementerian, lembaga, pelaku usaha, akademisi, hingga investor. Data tersebut mampu memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi riil di Kabupaten Sumenep sehingga dapat menjadi referensi dalam berbagai kajian maupun pengembangan usaha.

Struktur Ekonomi Sumenep Mulai Mengalami Pergeseran

BPS mencatat struktur ekonomi Kabupaten Sumenep masih didominasi sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan. Ketiga sektor tersebut masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat dan memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian daerah.

Menurut Handoyo, sektor-sektor tersebut menyumbang sekitar 36 persen terhadap struktur ekonomi Kabupaten Sumenep. Meski demikian, perkembangan ekonomi dalam satu dekade terakhir menunjukkan adanya perubahan pola aktivitas usaha.

Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah meningkatnya kontribusi sektor jasa. Pertumbuhan teknologi informasi, digitalisasi layanan, serta semakin luasnya akses internet telah membuka peluang lahirnya berbagai jenis usaha baru yang berbasis layanan maupun platform digital.

Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan mengapa BPS memperluas ruang lingkup pendataan pada Sensus Ekonomi 2026. Dengan memasukkan bisnis online ke dalam objek sensus, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan daerah.

Direktori Usaha Akan Diperbarui Secara Menyeluruh

Selain menghasilkan statistik ekonomi, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga bertujuan memperbarui direktori usaha di Kabupaten Sumenep. Direktori tersebut memuat informasi mengenai jumlah, jenis, lokasi, hingga karakteristik berbagai unit usaha yang beroperasi di wilayah tersebut.

Pembaruan direktori menjadi penting karena banyak usaha baru bermunculan dalam beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, tidak sedikit pula usaha yang berhenti beroperasi atau mengalami perubahan skala usaha akibat dinamika ekonomi maupun perubahan perilaku konsumen.

Data yang lebih mutakhir akan memudahkan pemerintah dalam menyusun berbagai program pemberdayaan ekonomi. Misalnya, penyaluran bantuan kepada pelaku UMKM, penyusunan program pelatihan, pengembangan kawasan industri, hingga penyediaan fasilitas pendukung bagi pelaku usaha.

Bagi investor, keberadaan direktori usaha juga memberikan gambaran mengenai potensi ekonomi daerah. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan sektor yang memiliki peluang investasi maupun potensi kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

Pendataan Menjangkau Ratusan Ribu Keluarga dan Unit Usaha

Untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi tercatat, BPS Sumenep mengerahkan petugas ke seluruh wilayah administrasi kabupaten. Pendataan dilakukan di 27 kecamatan yang mencakup 334 desa.

Secara keseluruhan, sensus menyasar sekitar 408.561 keluarga dan 187.293 unit usaha yang bergerak di berbagai sektor ekonomi. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya cakupan pekerjaan yang harus diselesaikan selama periode sensus berlangsung.

Petugas akan melakukan verifikasi secara langsung kepada pelaku usaha maupun rumah tangga yang memiliki kegiatan ekonomi. Pendekatan ini bertujuan memastikan data yang dikumpulkan akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.

Hasil Sensus Diharapkan Mencerminkan Kondisi Ekonomi Terkini

Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu instrumen penting dalam menyediakan data statistik ekonomi yang berkualitas. Keberadaan data yang lengkap akan membantu pemerintah merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan daerah.

Masuknya usaha online dalam cakupan sensus juga menjadi langkah penting untuk menyesuaikan pendataan dengan perkembangan ekonomi digital. Seiring semakin banyak masyarakat menjalankan usaha melalui platform digital, pemerintah membutuhkan data yang mampu menggambarkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian.

Melalui pendataan yang menjangkau seluruh kecamatan, desa, rumah tangga, dan pelaku usaha, BPS berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi potret paling mutakhir mengenai kondisi ekonomi Kabupaten Sumenep.

Baca Juga “Seller Toko Online Dapat Potongan Biaya Layanan 50%, Kapan Mulai Berlaku?

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *