Media Sosial Perkuat Brand Awareness Bisnis Digital di Era Ekonomi Kreatif
Pemanfaatan media sosial kini menjadi strategi utama dalam membangun brand awareness bisnis digital. Pelaku UMKM dan generasi muda memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun identitas merek secara konsisten.
Instruktur Social Media Marketing BBPVP Serang, Reggy Putra Pratama Widika, menegaskan pentingnya peran media sosial dalam pengembangan bisnis modern. Hal tersebut ia sampaikan dalam siaran Pro 2 RRI Banten pada Rabu, 25 Februari 2026.
Menurut Reggy, media sosial telah bertransformasi dari sekadar sarana komunikasi menjadi pusat pencarian informasi. Masyarakat kini mencari referensi produk, kuliner, hingga tren terbaru langsung melalui platform digital.
baca juga”Dinas Koperasi Gandeng Pelaku UMKM Kuasai Branding Online“
“Sekarang orang mau cari apa pun, mulai dari resep makanan sampai kuliner viral, kebanyakan lewat media sosial,” ujarnya.
Data dari berbagai laporan industri digital menunjukkan jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha untuk membangun visibilitas merek secara organik maupun berbayar.
Strategi Konten Efektif untuk Meningkatkan Brand Awareness
Reggy menekankan bahwa kesalahan umum pelaku UMKM adalah langsung melakukan hard selling. Ia menyarankan pelaku usaha untuk lebih dulu membangun kedekatan emosional dengan audiens.
Menurutnya, komposisi konten ideal adalah 80 persen berbasis nilai dan 20 persen promosi. Konten bernilai dapat berupa edukasi, hiburan, atau cerita yang relevan dengan keseharian target pasar.
“Orang membuka media sosial untuk mengisi waktu luang. Maka konten harus memberi nilai, bukan langsung jualan,” katanya.
Pendekatan ini membantu brand membangun kepercayaan sebelum menawarkan produk secara intensif. Ketika audiens sudah mengenal dan percaya, proses konversi penjualan akan terjadi lebih alami.
TikTok dan Instagram Jadi Motor Jangkauan Organik
Dalam membangun brand awareness secara organik, Reggy merekomendasikan pemanfaatan TikTok karena algoritmanya memungkinkan konten menjangkau audiens luas tanpa harus memiliki banyak pengikut.
Video berdurasi pendek dengan mengikuti tren dan penggunaan sound viral dinilai efektif menarik perhatian. Strategi ini membuka peluang bagi UMKM lokal untuk dikenal hingga luar daerah.
“Bikin konten yang jualan tapi tidak terasa jualan. Brand bisa muncul lewat atribut atau cerita yang relevan,” ujarnya.
Selain TikTok, Instagram tetap relevan untuk membangun identitas visual merek. Konsistensi desain, tone komunikasi, dan interaksi aktif dengan pengikut menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas brand.
Literasi Digital Jadi Fondasi Daya Saing UMKM
Reggy juga menekankan pentingnya literasi digital agar pelaku usaha mampu bersaing di tengah dominasi ekonomi digital. Pemahaman tentang algoritma, analitik, serta perilaku audiens menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki.
Tanpa kehadiran media sosial, sebuah brand akan sulit ditemukan konsumen. Ia mengibaratkan bisnis tanpa media sosial seperti membuka toko di tengah hutan tanpa akses pengunjung.
Pendekatan kreatif dan konsisten menjadi kunci keberhasilan. Pelaku usaha perlu rutin mengevaluasi performa konten melalui data insight agar strategi yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Penutup: Media Sosial sebagai Investasi Jangka Panjang Brand
Media sosial bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam strategi bisnis digital. Dengan konten bernilai, pendekatan kreatif, dan pemahaman algoritma, pelaku UMKM dapat membangun brand awareness secara berkelanjutan.
Ke depan, persaingan di ruang digital diprediksi semakin ketat. Pelaku usaha yang adaptif, melek data, dan konsisten membangun identitas merek akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di era ekonomi kreatif.
baca juga”Apakah Personal Branding Itu Pencitraan? Ini Perbedaannya“
