Fri. May 15th, 2026
dinkop

Dinkop Cilegon Dorong UMKM Beralih ke Digital Marketing Lewat Media Sosial

Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengenalkan strategi digital marketing berbasis media sosial dan marketplace.

Baca Juga “Peningkatan SDM UMKM di Nunukan Berlanjut, Fokus pada Manajemen Keuangan dan Digital Marketing

Upaya ini dinilai penting mengingat perubahan perilaku konsumen yang kini semakin bergantung pada platform digital. Tanpa adaptasi, pelaku UMKM berisiko tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Pelatihan Digital Marketing untuk Tingkatkan Daya Saing

Kepala Dinkop dan UKM Kota Cilegon, Didin S Maulana, menegaskan bahwa pelaku usaha perlu memahami cara memanfaatkan internet sebagai sarana promosi.

Menurutnya, platform seperti media sosial dan marketplace kini menjadi kanal utama dalam memperluas jangkauan pasar.

“Pelaku usaha harus mulai mempromosikan produknya melalui media digital seperti TikTok dan Instagram,” ujarnya usai pelatihan marketplace digital.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis tentang strategi pemasaran online, mulai dari pembuatan konten hingga pengelolaan akun bisnis.

Transformasi UMKM dari Pola Tradisional ke Digital

Didin menilai pola pemasaran konvensional sudah tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan pasar modern. UMKM perlu bertransformasi agar tetap relevan di era digitalisasi.

Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 18.000 UMKM yang terdaftar di Kota Cilegon. Jumlah tersebut menjadi potensi besar jika seluruh pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Transformasi ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang ekspansi pasar ke luar daerah bahkan internasional.

Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Digital

Langkah Dinkop mendapat dukungan dari jajaran pemerintah daerah. Asisten Daerah I Pemkot Cilegon, Tatang Muftadi, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong digitalisasi ekonomi.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan media sosial menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan UMKM. Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha diharapkan lebih percaya diri untuk masuk ke pasar digital.

Program pelatihan juga menjadi bentuk fasilitasi agar UMKM tidak hanya menjadi pelaku usaha lokal, tetapi mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Respons Positif dari Pelaku UMKM

Para peserta pelatihan menyambut baik program ini. Salah satu peserta, Lusiana, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait pemasaran digital.

Ia menyebutkan bahwa sebelumnya strategi pemasaran yang dilakukan masih belum terarah. Melalui pelatihan ini, ia mulai memahami teknik promosi yang lebih efektif.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa edukasi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

Tren Digitalisasi UMKM di Indonesia

Secara nasional, digitalisasi UMKM menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jutaan pelaku usaha telah mulai beralih ke platform digital dalam beberapa tahun terakhir.

Media sosial dan marketplace menjadi pintu masuk utama karena mudah diakses dan relatif murah. Hal ini membuat digital marketing menjadi strategi yang relevan bagi UMKM dengan berbagai skala usaha.

Kesimpulan

Inisiatif Dinkop Kota Cilegon menunjukkan pentingnya transformasi digital bagi UMKM. Dengan pelatihan yang terarah dan dukungan pemerintah, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk berkembang di era digital.

Ke depan, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai alat pemasaran. Adaptasi ini menjadi kunci untuk bertahan dan tumbuh dalam persaingan ekonomi modern.

Baca Juga “FEB UMRI Hadirkan Akademisi Belanda, Bahas Digital Marketing Berkelanjutan

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *