Mon. Sep 28th, 2026
Desa Bumijaya

Poliban Perkuat Kapasitas UMKM Desa Bumijaya melalui AI

Program Studi Bisnis Digital, Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalimantan Selatan, membantu pelaku UMKM Desa Bumijaya, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut meningkatkan kemampuan pemasaran digital.

Pendampingan tersebut memperkenalkan pemanfaatan artificial intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam mengembangkan strategi promosi. Pelaku UMKM mendapatkan materi sekaligus praktik untuk mengoptimalkan media sosial dan kanal digital sesuai karakter produk masing-masing.

Baca Juga “Kementerian Ekraf Dorong Akselerasi Model Bisnis Media Digital Bersama AMSI“

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Penguatan Kapasitas UMKM melalui Adopsi Artificial Intelligence di Era Ekonomi Digital”. Program ini diarahkan untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Poliban Dorong UMKM Adaptif terhadap Perkembangan AI

Koordinator Program Studi Bisnis Digital Poliban, Rudy Haryanto, S.Sos., M.M., mengatakan pelaku UMKM perlu memahami penggunaan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Menurutnya, pelaku usaha tidak perlu menguasai teknologi secara mendalam untuk mulai menggunakan AI. Mereka dapat memanfaatkan teknologi tersebut berdasarkan kebutuhan bisnis yang dihadapi sehari-hari.

“Pelaku UMKM tidak harus menjadi ahli teknologi untuk dapat memanfaatkan AI. Yang penting adalah memahami kebutuhan usaha, mengetahui cara memberikan instruksi yang tepat, serta mampu menyesuaikan hasil AI dengan karakter produk dan kebutuhan pelanggan,” ujar Rudy.

Pemahaman tersebut menjadi penting karena AI dapat menghasilkan berbagai jenis materi dalam waktu relatif singkat. Namun, pelaku usaha tetap perlu memeriksa dan menyesuaikan hasilnya agar informasi yang disampaikan sesuai dengan produk.

UMKM Desa Bumijaya Punya Potensi Ekonomi Lokal

Desa Bumijaya memiliki aktivitas ekonomi yang cukup beragam. Berdasarkan data yang digunakan dalam kegiatan pengabdian tersebut, terdapat 29 unit industri kecil dan menengah yang menyerap 68 tenaga kerja.

Sebagian besar unit usaha bergerak pada sektor makanan. Selain itu, terdapat usaha kerajinan serta rumah makan dan restoran yang turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kegiatan perdagangan juga berkembang melalui keberadaan toko, kios, dan warung serba ada. Berbagai jenis usaha tersebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal Desa Bumijaya.

Potensi tersebut memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui kanal digital. Media sosial dan platform e-commerce dapat membantu produk lokal menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar.

Namun, penggunaan kanal digital oleh sebagian pelaku usaha belum sepenuhnya optimal. Beberapa pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam mengelola konten dan membangun interaksi dengan calon pelanggan.

Pelatihan Fokus pada Strategi Konten Digital

Tim dosen Program Studi Bisnis Digital Poliban memberikan pelatihan yang berfokus pada kebutuhan pemasaran digital UMKM. Materi mencakup literasi digital, strategi pembuatan konten, penggunaan hashtag, dan penyusunan call-to-action.

Peserta juga belajar memperbaiki tampilan profil akun usaha. Informasi bisnis, kontak, dan jalur pemesanan diarahkan agar lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

Tim memperkenalkan AI sebagai alat untuk membantu mencari ide konten dan membuat rancangan caption promosi. Peserta juga belajar menyusun kalender konten sederhana untuk menjaga konsistensi aktivitas pemasaran.

Pendekatan tersebut membantu pelaku usaha mengembangkan materi promosi berdasarkan produk yang mereka miliki. Konten yang dibuat tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga dapat digunakan untuk memperkenalkan karakter dan keunggulan produk.

Peserta Praktik Membuat Konten dengan Bantuan AI

Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta langsung mencoba mengembangkan ide konten berdasarkan produk usaha masing-masing.

Produk yang digunakan dalam praktik mencakup makanan, kerajinan, dan usaha kuliner. Tim pendamping kemudian membantu peserta menyusun caption yang lebih sesuai dengan target konsumen.

Peserta juga belajar menyesuaikan hasil AI dengan karakter produk lokal. Informasi mengenai kontak dan tautan pemesanan turut diperjelas agar konsumen dapat melanjutkan proses pembelian dengan lebih mudah.

Ketua tim pelaksana, Hairul Anwar, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan kreativitas pemilik usaha.

“AI dapat membantu pelaku usaha menemukan ide promosi dan menyusun konten lebih cepat. Namun, hasilnya tetap perlu diperiksa, disunting, dan disesuaikan dengan produk serta bahasa pelanggan agar komunikasi pemasarannya tetap autentik,” jelas Hairul.

Pernyataan tersebut menempatkan AI sebagai alat bantu dalam proses pemasaran. Pemilik usaha tetap bertanggung jawab memastikan informasi, gaya komunikasi, dan materi promosi sesuai dengan kondisi bisnis sebenarnya.

Tim Poliban Siapkan Pendampingan Lanjutan

Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa metode, mulai dari pemaparan materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, hingga pendampingan.

Peserta mendapatkan kesempatan untuk mencoba teknologi berdasarkan kebutuhan usaha mereka. Hasil awal kegiatan mencakup materi pelatihan, dokumentasi, rancangan konten promosi, serta kalender konten sederhana.

Tim pelaksana terdiri atas Hairul Anwar sebagai ketua bersama Rahmatul Jannatin Naimah, S.E., M.M., dan Huda Sya’rawi, S.H., M.M. Dua mahasiswa juga dilibatkan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Keterlibatan mahasiswa sekaligus menjadi bentuk penerapan tridharma perguruan tinggi. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung kebutuhan pelaku usaha dan penerapan ilmu bisnis digital di masyarakat.

Pemanfaatan AI Diharapkan Perluas Pasar UMKM

Program penguatan kapasitas UMKM tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Fokusnya mencakup SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan.

Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu UMKM Desa Bumijaya memperluas jangkauan pemasaran. Kemampuan membuat konten secara lebih terencana juga dapat membantu pelaku usaha membangun kehadiran digital secara konsisten.

Meski demikian, penerapan AI tetap membutuhkan evaluasi dari pemilik usaha. Hasil yang dibuat teknologi perlu disesuaikan dengan identitas merek, karakter produk, serta kebutuhan pelanggan agar komunikasi tetap relevan.

Ke depan, tim Program Studi Bisnis Digital Poliban berencana melanjutkan pendampingan bagi peserta. Pemantauan akan mencakup konsistensi unggahan, pengelolaan profil media sosial, penggunaan caption, optimalisasi tautan pemesanan, dan kebutuhan pengembangan berikutnya.

Pendampingan berkelanjutan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM tidak sekadar mengenal AI, tetapi mampu mengintegrasikannya secara bertahap dalam kegiatan pemasaran. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi salah satu alat untuk memperkuat daya saing usaha lokal Desa Bumijaya.

Baca Juga “Asah Kemampuan Konten Kreatif, Bisnis Digital UMKU Gelar “Next Gen Creator Workshop”“

By setnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *