<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Analisis Data &amp; Metrik Digital Archives - elevoramedia.id</title>
	<atom:link href="https://elevoramedia.id/category/analisis-data-metrik-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://elevoramedia.id/category/analisis-data-metrik-digital/</link>
	<description>Strategi Pemasaran Digital &#38; Optimasi Branding Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 12:14:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Shopee dan TikTok Shop Jadi Platform Jualan Favorit 2026</title>
		<link>https://elevoramedia.id/shopee-dan-tiktok-shop-jadi-platform-jualan-favorit-2026/</link>
					<comments>https://elevoramedia.id/shopee-dan-tiktok-shop-jadi-platform-jualan-favorit-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 12:14:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis Data & Metrik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Shopee]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok Shop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://elevoramedia.id/?p=102</guid>

					<description><![CDATA[<p>Platform Jualan Favorit 2026: Shopee dan TikTok Shop Dominasi Pasar Digital RI Perkembangan bisnis digital di Indonesia semakin pesat seiring meningkatnya adopsi e-commerce dan media sosial. Masyarakat tidak hanya tertarik memulai usaha, tetapi juga semakin selektif dalam memilih platform jualan yang efektif untuk menjangkau konsumen. Tren ini terlihat jelas dari preferensi pelaku usaha dalam memanfaatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/shopee-dan-tiktok-shop-jadi-platform-jualan-favorit-2026/">Shopee dan TikTok Shop Jadi Platform Jualan Favorit 2026</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Platform Jualan Favorit 2026: Shopee dan TikTok Shop Dominasi Pasar Digital RI</p>



<p>Perkembangan bisnis digital di Indonesia semakin pesat seiring meningkatnya adopsi e-commerce dan media sosial. Masyarakat tidak hanya tertarik memulai usaha, tetapi juga semakin selektif dalam memilih platform jualan yang efektif untuk menjangkau konsumen. Tren ini terlihat jelas dari preferensi pelaku usaha dalam memanfaatkan marketplace dan platform berbasis konten.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://elevoramedia.id/sensus-dua-juta-usaha-di-sumut-termasuk-bisnis-online/"><strong><em>Sensus Dua Juta Usaha di Sumut Termasuk Bisnis Online</em></strong></a>&#8220;</p>



<p>Survei terbaru yang dilakukan oleh Jakpat pada awal Februari 2026 menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku pelaku usaha digital. Studi ini melibatkan 1.387 responden dengan margin of error di bawah 5%, mencerminkan gambaran yang cukup representatif dari pengguna internet di Indonesia.</p>



<p>Hasil Survei: Preferensi Platform Jualan Pelaku Usaha</p>



<p>Dari total responden, sebanyak 371 orang merupakan pelaku usaha yang aktif mempromosikan produk melalui e-commerce atau media sosial. Data menunjukkan bahwa marketplace tetap menjadi kanal utama dalam aktivitas penjualan digital.</p>



<p>Platform seperti Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia mendominasi pilihan pelaku usaha. Ketiganya menawarkan kemudahan akses, fitur promosi, serta jangkauan pasar yang luas.</p>



<p>Shopee Pimpin Platform Jualan di Semua Generasi</p>



<p>Shopee menempati posisi teratas sebagai platform jualan favorit di Indonesia. Hampir seluruh responden dari generasi muda hingga dewasa menggunakan platform ini untuk menjalankan bisnis.</p>



<p>Tingkat penggunaan mencapai 100% pada kelompok Gen Z dan Milenial. Sementara itu, sekitar sepertiga dari Gen X juga memanfaatkan Shopee sebagai kanal penjualan. Dominasi ini menunjukkan kekuatan Shopee dalam menyediakan ekosistem yang mendukung pelaku usaha dari berbagai segmen.</p>



<p>Keunggulan Shopee terletak pada fitur promosi yang agresif, kemudahan logistik, serta integrasi pembayaran yang memudahkan transaksi. Faktor-faktor ini membuat platform tersebut tetap relevan di tengah persaingan ketat.</p>



<p>TikTok Shop Dorong Tren Social Commerce</p>



<p>Selain marketplace konvensional, TikTok melalui fitur TikTok Shop semakin menunjukkan pengaruh besar. Platform ini menggabungkan hiburan dan transaksi dalam satu ekosistem yang interaktif.</p>



<p>Sebanyak 65% Gen Z dan 57% Milenial memanfaatkan TikTok Shop untuk berjualan. Format video pendek dinilai efektif dalam menarik perhatian konsumen dan mendorong keputusan pembelian secara cepat.</p>



<p>Model social commerce ini menjadi tren baru dalam dunia bisnis digital. Pelaku usaha dapat membangun engagement sekaligus meningkatkan penjualan melalui konten kreatif yang relevan dengan audiens.</p>



<p>Tokopedia Tetap Kuat di Kalangan Pengguna Lama</p>



<p>Di tengah munculnya platform baru, Tokopedia tetap mempertahankan posisi penting. Platform ini masih menjadi pilihan bagi pelaku usaha, terutama dari kalangan Milenial dan Gen X.</p>



<p>Sebanyak 62% Milenial dan lebih dari separuh Gen Z menggunakan Tokopedia untuk berjualan. Kepercayaan terhadap brand yang sudah lama berdiri menjadi salah satu faktor utama yang menjaga loyalitas pengguna.</p>



<p>Tokopedia juga terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai fitur untuk mendukung pelaku usaha, termasuk integrasi dengan ekosistem digital yang lebih luas.</p>



<p>Platform Lain: Lazada dan Blibli Masih Memiliki Ceruk Pasar</p>



<p>Platform seperti Lazada dan Blibli menunjukkan tingkat penggunaan yang lebih rendah. Meski begitu, keduanya masih memiliki segmen pasar tertentu.</p>



<p>Lazada digunakan oleh sebagian kecil Gen Z dan Milenial, sementara Blibli memiliki tingkat adopsi paling rendah. Data ini menunjukkan bahwa persaingan di sektor e-commerce semakin ketat dan membutuhkan strategi diferensiasi yang kuat.</p>



<p>Tren Digital: Marketplace Jadi Tulang Punggung Bisnis</p>



<p>Temuan survei ini menegaskan bahwa marketplace dan platform digital telah menjadi fondasi utama dalam menjalankan bisnis di Indonesia. Pelaku usaha kini tidak hanya mengandalkan satu kanal, tetapi mengombinasikan beberapa platform untuk memaksimalkan jangkauan pasar.</p>



<p>Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain &amp; Company, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan terus tumbuh hingga ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk berkembang melalui platform digital.</p>



<p>Penutup: Strategi Memilih Platform Jadi Kunci Sukses</p>



<p>Dominasi Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia menunjukkan bahwa pemilihan platform jualan menjadi faktor krusial dalam strategi bisnis digital. Pelaku usaha perlu memahami karakteristik masing-masing platform untuk menyesuaikan strategi pemasaran dan penjualan.</p>



<p>Ke depan, persaingan antar platform diperkirakan semakin ketat seiring berkembangnya teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan cepat akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di era ekonomi digital.</p>



<p>baca juga&#8221;<em><a href="https://data.goodstats.id/statistic/7-alasan-publik-ri-ingin-memulai-bisnis-Jdmtx" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>7 Alasan Publik RI Ingin Memulai Bisnis</strong></a></em>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/shopee-dan-tiktok-shop-jadi-platform-jualan-favorit-2026/">Shopee dan TikTok Shop Jadi Platform Jualan Favorit 2026</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://elevoramedia.id/shopee-dan-tiktok-shop-jadi-platform-jualan-favorit-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sensus Dua Juta Usaha di Sumut Termasuk Bisnis Online</title>
		<link>https://elevoramedia.id/sensus-dua-juta-usaha-di-sumut-termasuk-bisnis-online/</link>
					<comments>https://elevoramedia.id/sensus-dua-juta-usaha-di-sumut-termasuk-bisnis-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 11:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis Data & Metrik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[medan]]></category>
		<category><![CDATA[Sensus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://elevoramedia.id/?p=99</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sensus Ekonomi 2026 di Sumut Perluas Pendataan hingga Bisnis Online Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 pada periode Mei hingga Agustus. Program ini menargetkan pendataan sekitar dua juta pelaku usaha, termasuk pelaku UMKM dan bisnis berbasis digital yang kini tumbuh pesat di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk memperbarui peta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/sensus-dua-juta-usaha-di-sumut-termasuk-bisnis-online/">Sensus Dua Juta Usaha di Sumut Termasuk Bisnis Online</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sensus Ekonomi 2026 di Sumut Perluas Pendataan hingga Bisnis Online</p>



<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 pada periode Mei hingga Agustus. Program ini menargetkan pendataan sekitar dua juta pelaku usaha, termasuk pelaku UMKM dan bisnis berbasis digital yang kini tumbuh pesat di berbagai daerah.</p>



<p>Langkah ini dilakukan untuk memperbarui peta ekonomi daerah secara menyeluruh. Perubahan pola bisnis yang semakin bergeser ke ranah digital membuat metode pendataan lama tidak lagi cukup menggambarkan kondisi ekonomi terkini.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://elevoramedia.id/survei-2026-website-tetap-jadi-pilar-utama-bisnis/">Survei 2026: Website Tetap Jadi Pilar Utama Bisnis</a>&#8220;</p>



<p>Perubahan Pola Usaha Dorong Pendataan Lebih Luas</p>



<p>Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menegaskan bahwa sensus kali ini menyesuaikan perkembangan zaman. Ia menyebutkan bahwa banyak pelaku usaha kini tidak lagi bergantung pada toko fisik, melainkan beroperasi melalui platform digital.</p>



<p>“Perkembangan usaha sekarang tidak selalu terlihat secara fisik. Banyak bisnis berjalan dari rumah dan memanfaatkan platform online,” ujarnya dalam kegiatan temu pers di Medan.</p>



<p>Fenomena ini membuat BPS perlu memperluas cakupan pendataan agar mencakup usaha yang sebelumnya sulit teridentifikasi, seperti toko online, jasa berbasis aplikasi, hingga usaha rumahan berbasis media sosial.</p>



<p>Target Dua Juta Usaha dan Tantangan Pendataan</p>



<p>BPS Sumut memperkirakan sekitar dua juta unit usaha akan masuk dalam sensus tahun ini. Namun, tidak semua pelaku usaha telah terdata dengan baik. Saat ini, sekitar 1,5 juta usaha sudah teridentifikasi, sementara ratusan ribu lainnya masih belum tercatat secara rinci.</p>



<p>Kelompok usaha yang belum terdata umumnya berasal dari sektor informal dan digital. Banyak di antaranya tidak memiliki lokasi usaha tetap, sehingga membutuhkan pendekatan khusus dalam proses pendataan.</p>



<p>Strategi Lapangan untuk Menjangkau Pelaku Usaha</p>



<p>Untuk memastikan seluruh pelaku usaha terdata, BPS Sumut menyiapkan sekitar 13.000 petugas lapangan. Mereka akan melakukan kunjungan langsung ke berbagai lokasi, termasuk permukiman warga, pusat usaha kecil, hingga area dengan aktivitas ekonomi digital yang tinggi.</p>



<p>Pendekatan door to door dinilai efektif untuk menjangkau pelaku usaha yang belum terdaftar dalam sistem formal. Proses pendataan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua setengah bulan.</p>



<p>Cakupan Sektor Usaha yang Lebih Komprehensif</p>



<p>Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya fokus pada sektor tertentu, tetapi mencakup hampir seluruh aktivitas ekonomi. Mulai dari industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, hingga jasa seperti transportasi, pergudangan, dan hiburan.</p>



<p>Selain itu, sektor ekonomi digital juga menjadi perhatian utama. Bisnis online yang sebelumnya sulit dipetakan kini masuk dalam kategori penting yang akan didata secara lebih sistematis.</p>



<p>Perbandingan Tren Usaha dari Sensus Sebelumnya</p>



<p>Data Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan bahwa jumlah usaha di Sumatera Utara mencapai lebih dari satu juta unit. Mayoritas didominasi oleh usaha mikro dan kecil, yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.</p>



<p>Seiring berkembangnya teknologi dan akses internet, jumlah pelaku usaha diperkirakan meningkat signifikan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kemunculan bisnis online yang semakin mudah dijalankan.</p>



<p>Manfaat Data bagi Kebijakan dan Pelaku Usaha</p>



<p>Hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi. Pemerintah dapat merancang program yang lebih tepat sasaran, termasuk dukungan bagi UMKM dan penguatan ekosistem digital.</p>



<p>Bagi pelaku usaha, data ini juga memberikan gambaran potensi pasar dan peluang pengembangan bisnis. Informasi yang akurat dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih strategis.</p>



<p>Penutup: Fondasi Data untuk Ekonomi yang Lebih Adaptif</p>



<p>Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting bagi Sumatera Utara untuk memperkuat basis data ekonomi. Pendataan yang mencakup dua juta pelaku usaha, termasuk bisnis online, mencerminkan upaya adaptasi terhadap perubahan zaman.</p>



<p>Partisipasi masyarakat akan menentukan keberhasilan program ini. Dengan data yang lebih lengkap dan akurat, arah pembangunan ekonomi diharapkan menjadi lebih terukur, inklusif, dan mampu menjawab tantangan era digital.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://infosumut.id/gubernur-bobby-nasution-hadiri-pembukaan-sinode-ke-65-hki-di-medan/"><strong><em>Gubernur Bobby Nasution Hadiri Pembukaan Sinode ke-65 HKI di Medan</em></strong></a>&#8220;</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/sensus-dua-juta-usaha-di-sumut-termasuk-bisnis-online/">Sensus Dua Juta Usaha di Sumut Termasuk Bisnis Online</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://elevoramedia.id/sensus-dua-juta-usaha-di-sumut-termasuk-bisnis-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meta dan YouTube Didenda Rp101 Miliar soal Kecanduan Anak</title>
		<link>https://elevoramedia.id/meta-dan-youtube-didenda-rp101-miliar-soal-kecanduan-anak/</link>
					<comments>https://elevoramedia.id/meta-dan-youtube-didenda-rp101-miliar-soal-kecanduan-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 04:46:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis Data & Metrik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://elevoramedia.id/?p=94</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meta dan YouTube Divonis Bersalah atas Dampak Kecanduan Medsos pada Anak Juri di Los Angeles, Amerika Serikat, menyatakan Meta dan YouTube bersalah dalam kasus terkait dampak kecanduan media sosial pada anak. Putusan ini menjadi sorotan global karena menandai langkah hukum signifikan terhadap tanggung jawab platform digital. Kasus ini bermula dari gugatan seorang perempuan berusia 20 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/meta-dan-youtube-didenda-rp101-miliar-soal-kecanduan-anak/">Meta dan YouTube Didenda Rp101 Miliar soal Kecanduan Anak</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meta dan YouTube Divonis Bersalah atas Dampak Kecanduan Medsos pada Anak</p>



<p>Juri di Los Angeles, Amerika Serikat, menyatakan Meta dan YouTube bersalah dalam kasus terkait dampak kecanduan media sosial pada anak. Putusan ini menjadi sorotan global karena menandai langkah hukum signifikan terhadap tanggung jawab platform digital.</p>



<p>Kasus ini bermula dari gugatan seorang perempuan berusia 20 tahun berinisial K.G.M. yang mengaku mengalami dampak fisik dan mental akibat penggunaan platform sejak masih di bawah umur. Ia menilai fitur algoritma dirancang untuk meningkatkan keterlibatan secara berlebihan hingga memicu kecanduan.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://elevoramedia.id/3-tips-chatgpt-ramadan-untuk-menu-sahur-dan-jualan/"><strong><em>3 Tips ChatGPT Ramadan untuk Menu Sahur dan Jualan</em></strong></a>&#8220;</p>



<p>Kronologi Gugatan dan Pihak yang Terlibat</p>



<p>Dalam dokumen pengadilan, K.G.M. menggugat beberapa perusahaan teknologi besar, termasuk TikTok dan Snap Inc.. Namun, kedua perusahaan tersebut memilih menyelesaikan perkara melalui jalur damai sebelum persidangan dimulai.</p>



<p>Sementara itu, Meta dan YouTube melanjutkan proses hukum hingga tahap putusan juri. Persidangan berlangsung selama beberapa minggu dan menghadirkan berbagai bukti, termasuk dokumen internal serta kesaksian eksekutif perusahaan.</p>



<p>Rincian Denda dan Tanggung Jawab</p>



<p>Juri menetapkan total ganti rugi sebesar USD 6 juta atau sekitar Rp101 miliar. Nilai tersebut terdiri dari kompensasi langsung dan denda punitif sebagai bentuk hukuman.</p>



<p>Pembagian Ganti Rugi</p>



<p>Meta diwajibkan membayar 70 persen dari total kompensasi, sementara YouTube menanggung 30 persen sisanya. Selain itu, kedua perusahaan juga dikenakan tambahan denda punitif dengan nilai yang sama untuk mempertegas tanggung jawab hukum mereka.</p>



<p>Menurut laporan NBC News, putusan ini mempertimbangkan dampak psikologis serta pola penggunaan berlebih yang dialami penggugat selama masa remaja.</p>



<p>Respons Perusahaan atas Putusan</p>



<p>Pihak Meta menyatakan tidak setuju dengan keputusan tersebut. Perusahaan menegaskan akan mengevaluasi langkah hukum lanjutan, termasuk kemungkinan banding.</p>



<p>Sikap serupa disampaikan oleh perwakilan Google sebagai induk YouTube. Juru bicara José Castañeda menyebut putusan tersebut tidak mencerminkan fungsi YouTube sebagai platform berbagi video yang diklaim dibangun secara bertanggung jawab.</p>



<p>Argumen Penggugat dan Bukti di Persidangan</p>



<p>Tim kuasa hukum penggugat menilai desain algoritma dan fitur platform secara sengaja mendorong keterlibatan berlebihan. Mereka menyebut strategi tersebut mengutamakan keuntungan dibanding keselamatan pengguna muda.</p>



<p>Dalam wawancara dengan The New York Times, pengacara Joseph VanZandt menyebut kemenangan ini sebagai tonggak sejarah. Ia menegaskan bahwa juri telah melihat bukti internal yang menunjukkan prioritas bisnis perusahaan.</p>



<p>Dampak Lebih Luas terhadap Industri Teknologi</p>



<p>Kasus ini menjadi preseden penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental pengguna media sosial. Banyak pihak menilai putusan ini dapat membuka jalan bagi ribuan gugatan serupa di berbagai wilayah Amerika Serikat.</p>



<p>Selain itu, tekanan terhadap Meta semakin besar setelah sebelumnya kalah dalam kasus lain di New Mexico. Dalam perkara tersebut, perusahaan dijatuhi denda hingga USD 375 juta terkait isu perlindungan anak.</p>



<p>Kesimpulan dan Implikasi ke Depan</p>



<p>Putusan terhadap Meta dan YouTube menandai perubahan penting dalam regulasi industri teknologi. Pengadilan mulai menempatkan tanggung jawab lebih besar pada platform digital atas dampak produknya terhadap pengguna, khususnya anak-anak.</p>



<p>Ke depan, perusahaan teknologi diperkirakan akan meningkatkan transparansi algoritma dan memperkuat fitur perlindungan pengguna. Di sisi lain, kasus ini juga mendorong diskusi global tentang keseimbangan antara inovasi digital dan tanggung jawab sosial.</p>



<p>Dengan meningkatnya tekanan hukum dan publik, ekosistem media sosial kemungkinan akan mengalami perubahan signifikan demi menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/6298478/meta-dikabarkan-siapkan-phk-besar-bisa-pangkas-hingga-20-karyawan"><strong><em>Meta Dikabarkan Siapkan PHK Besar, Bisa Pangkas hingga 20% Karyawan</em></strong></a>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/meta-dan-youtube-didenda-rp101-miliar-soal-kecanduan-anak/">Meta dan YouTube Didenda Rp101 Miliar soal Kecanduan Anak</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://elevoramedia.id/meta-dan-youtube-didenda-rp101-miliar-soal-kecanduan-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meta Rilis 3 Fitur Baru Anti Penipuan, 10,9 Juta Akun Dinonaktifkan</title>
		<link>https://elevoramedia.id/meta-rilis-3-fitur-baru-anti-penipuan-109-juta-akun-dinonaktifkan/</link>
					<comments>https://elevoramedia.id/meta-rilis-3-fitur-baru-anti-penipuan-109-juta-akun-dinonaktifkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 01:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis Data & Metrik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[Metrik Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://elevoramedia.id/?p=82</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meta Luncurkan 3 Fitur Baru Anti Penipuan, 10,9 Juta Akun Dinonaktifkan Meta semakin serius dalam melindungi penggunanya dari ancaman penipuan online dengan meluncurkan serangkaian fitur baru di platformnya. Sejak 2025, Meta telah menonaktifkan 10,9 juta akun Facebook dan Instagram yang terindikasi terlibat dalam penipuan. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan pihak berwajib dalam upaya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/meta-rilis-3-fitur-baru-anti-penipuan-109-juta-akun-dinonaktifkan/">Meta Rilis 3 Fitur Baru Anti Penipuan, 10,9 Juta Akun Dinonaktifkan</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meta Luncurkan 3 Fitur Baru Anti Penipuan, 10,9 Juta Akun Dinonaktifkan</p>



<p>Meta semakin serius dalam melindungi penggunanya dari ancaman penipuan online dengan meluncurkan serangkaian fitur baru di platformnya. Sejak 2025, Meta telah menonaktifkan 10,9 juta akun Facebook dan Instagram yang terindikasi terlibat dalam penipuan. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan pihak berwajib dalam upaya besar-besaran untuk menanggulangi jaringan penipuan, dengan berhasil menindak 150.000 akun terkait.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://elevoramedia.id/whatsapp-tersedia-di-smartwatch-garmin-balas-pesan-dari-pergelangan/"><strong><em>WhatsApp Tersedia di Smartwatch Garmin, Balas Pesan dari Pergelangan</em></strong></a>&#8220;</p>



<p>Kerja Sama dengan Pihak Berwajib untuk Menangani Penipuan</p>



<p>Meta tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga memperkuat kerjasama dengan aparat penegak hukum. Dalam sebuah operasi besar, Meta membantu Kepolisian Kerajaan Thailand menangkap 21 tersangka penipuan yang beroperasi di platform mereka. Namun, para penipu terus beradaptasi, mencari celah untuk menghindari deteksi. Oleh karena itu, Meta meluncurkan fitur baru di Facebook, Messenger, dan WhatsApp untuk mengatasi modus-modus penipuan yang semakin canggih.</p>



<p>Tiga Fitur Baru yang Diperkenalkan Meta untuk Mencegah Penipuan</p>



<p>Meta memperkenalkan tiga fitur baru yang dirancang untuk membantu penggunanya menghindari penipuan yang semakin marak. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang fitur-fitur tersebut:</p>



<p>1. Peringatan Permintaan Pertemanan yang Mencurigakan di Facebook</p>



<p>Permintaan pertemanan yang tidak terduga sering kali digunakan oleh penipu untuk mendekati korban. Facebook kini menghadirkan fitur peringatan untuk memberi tahu pengguna jika ada permintaan pertemanan yang menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Misalnya, jika akun yang mengirim permintaan baru dibuat, tidak memiliki teman bersama, atau profilnya tidak sesuai dengan lokasi aslinya, pengguna akan mendapatkan notifikasi.</p>



<p>Fitur ini memberikan opsi bagi pengguna untuk menghapus permintaan tersebut sebelum menerima atau mengirimkannya. Dengan adanya peringatan semacam ini, diharapkan pengguna dapat menghindari potensi ancaman dari akun-akun penipu.</p>



<p>2. Peringatan Pengaitan Perangkat WhatsApp yang Mencurigakan</p>



<p>Fitur penghubung perangkat di WhatsApp memudahkan pengguna untuk mengakses akun di beberapa perangkat, namun juga rentan disalahgunakan. Penipu bisa membujuk pengguna untuk menautkan perangkat mereka, memberi akses ke seluruh chat dan pesan pribadi. Meta kini menghadirkan peringatan yang akan muncul ketika sistem mendeteksi adanya permintaan penghubungan perangkat yang mencurigakan.</p>



<p>Pengguna akan diberi informasi tentang lokasi perangkat yang akan ditautkan serta dampaknya, jika perangkat tersebut berhasil ditautkan. Jika pengguna merasa permintaan tersebut mencurigakan, mereka bisa memilih untuk tidak menautkan perangkat dan menghindari potensi ancaman.</p>



<p>3. Perluasan Deteksi Penipuan Tingkat Lanjut di Messenger</p>



<p>Meta juga mengembangkan fitur deteksi penipuan canggih di Messenger yang dapat memberikan peringatan saat pengguna berinteraksi dengan akun yang mencurigakan. Fitur ini kini diuji coba di beberapa negara dan dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai preferensi pengguna.</p>



<p>Jika fitur ini diaktifkan, sistem akan mendeteksi percakapan yang berpotensi mengandung unsur penipuan dan memberikan peringatan kepada pengguna. Messenger juga memungkinkan pengguna untuk membagikan percakapan yang terindikasi penipuan untuk ditinjau oleh sistem AI. Namun, perlu dicatat bahwa percakapan yang dibagikan ini tidak lagi dilindungi oleh enkripsi end-to-end.</p>



<p>Menanggapi Perkembangan Penipuan yang Semakin Canggih</p>



<p>Meta menyadari bahwa pelaku penipuan terus berinovasi dan mencari celah baru untuk menipu korban. Oleh karena itu, mereka terus memperbarui sistem deteksi dan memperkenalkan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan, untuk melawan penipuan. Meskipun sistem Meta telah berkembang pesat, perusahaan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwajib dan terus mengedukasi pengguna agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi di platform media sosial mereka.</p>



<p>Meta Berkomitmen untuk Keamanan Pengguna</p>



<p>Dengan peluncuran fitur-fitur ini, Meta menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan privasi penggunanya. Meskipun penipuan di dunia digital semakin berkembang, perusahaan terus berinovasi untuk melindungi penggunanya dari ancaman yang terus muncul. Ke depannya, kita dapat mengharapkan lebih banyak pembaruan dan peningkatan dalam sistem perlindungan terhadap penipuan di platform Meta.</p>



<p>Melalui inisiatif ini, Meta tidak hanya fokus pada teknologi untuk melawan penipuan, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi penggunanya di dunia digital.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://www.liputan6.com/tekno/read/6299725/whatsapp-uji-fitur-obrolan-tamu-pengguna-bisa-chat-tanpa-akun"><strong><em>WhatsApp Uji Fitur Obrolan Tamu, Pengguna Bisa Chat Tanpa Akun</em></strong></a>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/meta-rilis-3-fitur-baru-anti-penipuan-109-juta-akun-dinonaktifkan/">Meta Rilis 3 Fitur Baru Anti Penipuan, 10,9 Juta Akun Dinonaktifkan</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://elevoramedia.id/meta-rilis-3-fitur-baru-anti-penipuan-109-juta-akun-dinonaktifkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tren Belanja Digital Naik, Aplikasi Cashbak Makin Populer</title>
		<link>https://elevoramedia.id/tren-belanja-digital-naik-aplikasi-cashbak-makin-populer/</link>
					<comments>https://elevoramedia.id/tren-belanja-digital-naik-aplikasi-cashbak-makin-populer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 16:27:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis Data & Metrik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Cashbak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://elevoramedia.id/?p=76</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tren Belanja Digital Mendorong Popularitas Aplikasi Cashback di Indonesia Pertumbuhan belanja digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform online mendorong meningkatnya penggunaan aplikasi cashback sebagai solusi belanja yang lebih hemat dan terukur.Salah satu platform yang mencerminkan tren ini adalah Mova Cashback, yang melaporkan telah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/tren-belanja-digital-naik-aplikasi-cashbak-makin-populer/">Tren Belanja Digital Naik, Aplikasi Cashbak Makin Populer</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tren Belanja Digital Mendorong Popularitas Aplikasi Cashback di Indonesia</p>



<p>Pertumbuhan belanja digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform online mendorong meningkatnya penggunaan aplikasi cashback sebagai solusi belanja yang lebih hemat dan terukur.Salah satu platform yang mencerminkan tren ini adalah Mova Cashback, yang melaporkan telah menyalurkan manfaat cashback kepada lebih dari 5 juta pengguna dalam satu tahun terakhir. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan yang memberikan nilai tambah saat bertransaksi secara online.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://elevoramedia.id/topsell-edukasi-kreator-jatim-soal-strategi-konten-viral/"><strong><em>Topsell Edukasi Kreator Jatim soal Strategi Konten Viral</em></strong></a>&#8220;</p>



<p>Perubahan Perilaku Konsumen ke Arah Belanja Hemat dan Digital</p>



<p>Transformasi digital di sektor ritel mendorong konsumen untuk semakin selektif dalam berbelanja. Mereka tidak hanya mencari kemudahan transaksi, tetapi juga keuntungan tambahan seperti diskon, promo, dan cashback.</p>



<p>Cashback Jadi Strategi Hemat Favorit Konsumen</p>



<p>Sistem cashback dinilai memberikan manfaat langsung bagi pengguna karena memungkinkan mereka memperoleh kembali sebagian dari nilai transaksi. Skema ini menjadi daya tarik utama, terutama di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pengelolaan keuangan.</p>



<p>Chief Commercial Officer Mova Cashback, Jennifer Tiffany Muliyanto, menjelaskan bahwa sistem cashback dirancang untuk membantu konsumen berbelanja secara lebih cerdas.</p>



<p>“Kami telah membantu jutaan konsumen Indonesia berhemat melalui sistem cashback yang terintegrasi dengan berbagai platform digital,” ujarnya.</p>



<p>Integrasi dengan E-Commerce Besar Perkuat Ekosistem</p>



<p>Mova Cashback menghubungkan konsumen dengan berbagai platform e-commerce, sehingga pengguna dapat memperoleh cashback dari transaksi yang dilakukan di berbagai layanan.</p>



<p>Kolaborasi dengan Platform Digital Populer</p>



<p>Beberapa platform yang terintegrasi dalam sistem ini antara lain Shopee, TikTok Shop, dan Traveloka.</p>



<p>Integrasi ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk tetap berbelanja di platform favorit mereka sambil mendapatkan keuntungan tambahan. Bagi merchant, sistem ini juga membantu meningkatkan efektivitas promosi dan menarik lebih banyak pelanggan.</p>



<p>Pertumbuhan Pengguna dan Model Bisnis Berbasis Data</p>



<p>Sejak mulai beroperasi pada awal 2025, Mova Cashback mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan. Jumlah pengguna meningkat hingga 250 persen secara bulanan, dengan sekitar 300 ribu pengguna aktif setiap bulan.</p>



<p>Loyalitas Pelanggan Melalui Data dan Analitik</p>



<p>Model bisnis cashback tidak hanya berfokus pada insentif finansial, tetapi juga pada pengelolaan data konsumen. Melalui data transaksi, perusahaan dapat membantu merchant memahami perilaku pelanggan dan merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.</p>



<p>Pendekatan ini memperkuat hubungan antara konsumen dan brand, sekaligus meningkatkan retensi pelanggan melalui program loyalitas yang terukur.</p>



<p>Ekspansi Regional dan Potensi Pasar Asia Tenggara</p>



<p>Melihat pertumbuhan yang pesat di Indonesia, Mova Cashback mulai memperluas jangkauan ke pasar regional. Perusahaan telah melakukan ekspansi ke Malaysia sebagai langkah awal menuju pasar Asia Tenggara yang lebih luas.</p>



<p>ASEAN Jadi Target Pertumbuhan Berikutnya</p>



<p>Menurut Jennifer, kawasan Asia Tenggara memiliki potensi besar karena pertumbuhan pengguna internet dan kelas menengah yang terus meningkat. Hal ini menciptakan peluang bagi layanan digital, termasuk cashback, untuk berkembang lebih cepat.</p>



<p>Strategi ekspansi ini juga bertujuan membangun ekosistem loyalitas digital lintas negara, yang dapat menghubungkan konsumen dan merchant dalam skala regional.</p>



<p>Peran Cashback dalam Ekonomi Digital Modern</p>



<p>Dalam ekosistem ekonomi digital, cashback menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan daya tarik platform dan mempertahankan pengguna. Skema ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga membantu pelaku usaha meningkatkan penjualan.</p>



<p>Dengan meningkatnya persaingan di sektor e-commerce, layanan cashback menjadi nilai tambah yang dapat membedakan satu platform dari lainnya. Selain itu, teknologi yang mendukung sistem ini memungkinkan pengelolaan promosi yang lebih efisien dan terukur.</p>



<p>Kesimpulan dan Prospek ke Depan</p>



<p>Tren belanja digital yang terus meningkat mendorong pertumbuhan aplikasi cashback di Indonesia. Mova Cashback menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi digital dapat memberikan manfaat nyata bagi konsumen dan pelaku usaha.</p>



<p>Ke depan, layanan cashback diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya adopsi teknologi digital di masyarakat. Dengan dukungan data dan integrasi platform, aplikasi cashback berpotensi menjadi bagian penting dalam ekosistem belanja digital yang lebih efisien dan berkelanjutan.</p>



<p>baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://www.liputan6.com/tekno/read/6299223/macbook-neo-mulai-dijual-asus-sebut-laptop-murah-apple-ini-bikin-industri-pc-geger">MacBook Neo Mulai Dijual, Asus Sebut Laptop Murah Apple Ini Bikin Industri PC Geger</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/tren-belanja-digital-naik-aplikasi-cashbak-makin-populer/">Tren Belanja Digital Naik, Aplikasi Cashbak Makin Populer</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://elevoramedia.id/tren-belanja-digital-naik-aplikasi-cashbak-makin-populer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DAMAC Digital Bangun Data Center Rp 2,3 Triliun di Jakarta</title>
		<link>https://elevoramedia.id/damac-digital-bangun-data-center-rp23-triliun-di-jakarta/</link>
					<comments>https://elevoramedia.id/damac-digital-bangun-data-center-rp23-triliun-di-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 12:38:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis Data & Metrik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[DAMAC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://elevoramedia.id/?p=70</guid>

					<description><![CDATA[<p>DAMAC Digital Bangun Pusat Data Senilai Rp 2,3 Triliun di Jakarta DAMAC Digital, perusahaan infrastruktur digital yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab, memulai pembangunan pusat data terbesar di Indonesia senilai Rp 2,3 triliun. Proyek ini diberi nama JKT01 – Jakarta Central dan dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026. Langkah ini menandai komitmen DAMAC [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/damac-digital-bangun-data-center-rp23-triliun-di-jakarta/">DAMAC Digital Bangun Data Center Rp 2,3 Triliun di Jakarta</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>DAMAC Digital Bangun Pusat Data Senilai Rp 2,3 Triliun di Jakarta</p>



<p>DAMAC Digital, perusahaan infrastruktur digital yang bermarkas di Dubai, Uni Emirat Arab, memulai pembangunan pusat data terbesar di Indonesia senilai Rp 2,3 triliun. Proyek ini diberi nama JKT01 – Jakarta Central dan dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026. Langkah ini menandai komitmen DAMAC Digital untuk memperluas jejaknya di Asia Tenggara sekaligus mendukung transformasi digital nasional.</p>



<p class="has-text-align-left">baca juga&#8221;<a href="https://elevoramedia.id/instagram-hadirkan-link-klik-caption-untuk-pengguna-terpilih/"><strong><em>Instagram Hadirkan Link Klik Caption untuk Pengguna Terpilih</em></strong></a>&#8220;</p>



<p>Progres Konstruksi dan Topping Off</p>



<p>Pembangunan JKT01 dimulai pada Agustus 2025 dan berhasil mencapai milestone penting berupa topping off pada kuartal pertama 2026. Milestone ini menandai rampungnya struktur utama bangunan dan fondasi operasional pusat data. Hussain Sajwani, pendiri DAMAC Digital, menekankan bahwa capaian ini mencerminkan kerja sama tim yang solid serta kualitas teknik konstruksi yang tinggi.</p>



<p>Bangunan pusat data ini memiliki enam lantai dengan luas total 15.080 meter persegi di atas lahan 3.600 meter persegi. Kapasitas daya yang disiapkan mencapai 19,2 MW, memungkinkan pengoperasian hingga 1.350 rak server dengan efisiensi energi yang optimal.</p>



<p>Desain Teknologi dan Green Data Center</p>



<p>JKT01 dirancang sebagai data center generasi terbaru dengan tiga ruang data (data hall), masing-masing seluas 760 meter persegi. Setiap ruang dirancang untuk mendukung operasi berkelanjutan dan efisiensi energi, mengikuti standar internasional green data center.</p>



<p>Fasilitas ini dilengkapi menara pendingin air (water cooling tower) canggih untuk menjaga suhu ideal sekaligus mengurangi konsumsi energi. Desain ini memungkinkan penggunaan ruang server dengan kerapatan 13–15 kW per rak, memastikan pusat data beroperasi efisien dan ramah lingkungan.</p>



<p>Mendukung Transformasi Digital Indonesia</p>



<p>Hussain Sajwani menyatakan bahwa JKT01 merupakan bagian dari strategi DAMAC Digital untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan digital di Asia. “Proyek ini menegaskan komitmen kami untuk menghadirkan infrastruktur digital berkualitas tinggi di kawasan Asia Tenggara, dimulai dari Jakarta,” ujarnya.</p>



<p>Pusat data ini akan memenuhi permintaan yang meningkat dari penyedia layanan cloud dan perusahaan digital, meningkatkan kapasitas penyimpanan data lokal, dan menurunkan ketergantungan pada pusat data regional.&nbsp;<mark>Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi digital.</mark></p>



<p>Dampak Ekonomi dan Ekosistem Digital Lokal</p>



<p>Selain mendukung teknologi, JKT01 juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal. Proyek ini membuka lapangan kerja baru di bidang konstruksi, teknik, dan TI. Dengan fasilitas modern, pusat data ini akan menjadi infrastruktur kunci bagi perusahaan nasional dan multinasional, memperkuat ekosistem digital, serta meningkatkan daya saing Indonesia di sektor teknologi.</p>



<p>Lokasi Strategis di MT Haryono</p>



<p>Pemilihan kawasan MT Haryono sebagai lokasi JKT01 dipertimbangkan secara strategis. Kawasan ini menjadi salah satu pusat hub data di Jakarta dengan konektivitas tinggi, memungkinkan distribusi data cepat, latensi rendah, dan redundansi jaringan yang lebih baik. Posisi ini juga mempermudah integrasi dengan penyedia layanan cloud internasional.</p>



<p>Pandangan Masa Depan dan Ekspansi Regional</p>



<p>JKT01 merupakan tahap awal dari rencana ekspansi DAMAC Digital di Asia Tenggara. Perusahaan berencana mengembangkan data center tambahan untuk mendukung layanan cloud, edge computing, dan infrastruktur digital di wilayah regional. Desain yang scalable dan ramah lingkungan memastikan proyek ini dapat berkembang sesuai kebutuhan pasar.</p>



<p>Selain memberikan infrastruktur digital yang modern, proyek ini diharapkan menjadi katalis bagi investasi teknologi di Indonesia. Kehadiran JKT01 memperkuat posisi Jakarta sebagai hub digital dan mendukung ambisi Indonesia menjadi salah satu kekuatan digital utama di Asia.</p>



<p>baca juga&#8221;<strong><em><a href="http://liputan6.com/bisnis/read/6236587/ambisi-besar-masayoshi-son-softbank-incar-akuisisi-perusahaan-data-center-switch">Ambisi Besar Masayoshi Son: SoftBank Incar Akuisisi Perusahaan Data Center Switch</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/damac-digital-bangun-data-center-rp23-triliun-di-jakarta/">DAMAC Digital Bangun Data Center Rp 2,3 Triliun di Jakarta</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://elevoramedia.id/damac-digital-bangun-data-center-rp23-triliun-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekosistem Bisnis Dorong Pertumbuhan Retail di Era Digital</title>
		<link>https://elevoramedia.id/ekosistem-bisnis-dorong-pertumbuhan-retail-di-era-digital/</link>
					<comments>https://elevoramedia.id/ekosistem-bisnis-dorong-pertumbuhan-retail-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 16:14:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis Data & Metrik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://elevoramedia.id/?p=63</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ekosistem Bisnis Dorong Transformasi Retail di Era Digital Industri retail mengalami perubahan signifikan seiring perkembangan teknologi digital dan meningkatnya konektivitas konsumen. Pola belanja masyarakat tidak lagi terbatas pada toko fisik. Konsumen kini memadukan pengalaman offline dan online dalam satu perjalanan belanja yang lebih terintegrasi. Perubahan ini mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi bisnisnya. Perusahaan retail [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/ekosistem-bisnis-dorong-pertumbuhan-retail-di-era-digital/">Ekosistem Bisnis Dorong Pertumbuhan Retail di Era Digital</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ekosistem Bisnis Dorong Transformasi Retail di Era Digital</p>



<p>Industri retail mengalami perubahan signifikan seiring perkembangan teknologi digital dan meningkatnya konektivitas konsumen. Pola belanja masyarakat tidak lagi terbatas pada toko fisik. Konsumen kini memadukan pengalaman offline dan online dalam satu perjalanan belanja yang lebih terintegrasi.</p>



<p>Perubahan ini mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi bisnisnya. Perusahaan retail tidak lagi cukup hanya memperluas jumlah toko. Mereka juga perlu membangun ekosistem bisnis yang mampu menghubungkan berbagai aspek operasional, mulai dari produk hingga interaksi konsumen.</p>



<p>baca juga&#8221;<a href="https://elevoramedia.id/strategi-bisnis-saat-biaya-pemasaran-digital-meningkat/"><strong><em>Strategi Bisnis Saat Biaya Pemasaran Digital Meningkat</em></strong></a>&#8220;</p>



<p>Founder dan CEO Doran Group, Jhonny Thio Doran, menilai model bisnis retail saat ini harus bergerak menuju sistem yang lebih terintegrasi. Menurutnya, pendekatan ekosistem menjadi kunci agar perusahaan tetap relevan di tengah perubahan perilaku pasar.</p>



<p>“Retail tidak lagi hanya tentang membuka toko baru. Retail masa depan adalah tentang membangun ekosistem yang menghubungkan produk, distribusi, teknologi, dan komunitas dalam satu pengalaman yang terintegrasi,” kata Jhonny.</p>



<p>Strategi Ekosistem Bisnis dalam Pengembangan Retail</p>



<p>Pendekatan ekosistem bisnis diterapkan Doran Group melalui pengembangan brand teknologi JETE. Perusahaan yang berbasis di Surabaya tersebut membangun jaringan retail sekaligus memperkuat sistem distribusi dan kanal digital.</p>



<p>Saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 150 gerai retail yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Selain mengembangkan jaringan toko fisik, perusahaan juga memperluas distribusi nasional dan memperkuat penjualan melalui platform digital.</p>



<p>Langkah ini bertujuan menciptakan sistem bisnis yang saling terhubung. Produk, distribusi, toko fisik, dan platform digital berfungsi sebagai satu ekosistem yang mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.</p>



<p>Pendekatan ini juga sejalan dengan tren global di sektor retail. Banyak perusahaan kini mengadopsi model omnichannel, yaitu strategi yang mengintegrasikan pengalaman belanja offline dan online dalam satu sistem layanan yang konsisten.</p>



<p>Peran Toko Fisik sebagai Experience Center</p>



<p>Meski digitalisasi berkembang pesat, toko fisik tetap memiliki peran penting dalam industri retail. Namun fungsinya kini tidak lagi sekadar sebagai tempat transaksi.</p>



<p>Dalam model retail modern, toko berperan sebagai experience center. Konsumen dapat mencoba produk secara langsung, memahami teknologi yang ditawarkan, serta berinteraksi dengan brand secara lebih personal.</p>



<p><mark>“Konsumen datang ke toko bukan hanya untuk membeli produk.</mark>&nbsp;Mereka ingin merasakan brand, mencoba teknologi, dan berinteraksi dengan komunitas yang memiliki minat yang sama,” ujar Jhonny.</p>



<p>Pendekatan ini membuat toko fisik menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman konsumen. Brand dapat memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan melalui interaksi langsung yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh platform digital.</p>



<p>Integrasi Retail, Teknologi, dan Komunitas</p>



<p>Menurut Jhonny, keberhasilan retail modern sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengintegrasikan berbagai elemen bisnis. Integrasi antara jaringan toko, distribusi nasional, teknologi digital, dan komunitas konsumen menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan jangka panjang.</p>



<p>Model bisnis seperti ini juga membantu perusahaan menghadirkan pengalaman brand yang lebih konsisten di berbagai kanal. Konsumen dapat berinteraksi dengan brand melalui toko fisik, platform digital, maupun aktivitas komunitas yang diselenggarakan perusahaan.</p>



<p>Seiring perkembangan bisnis, Doran Group juga memperkuat sistem internal perusahaan. Langkah ini mencakup pengembangan teknologi digital, peningkatan tata kelola perusahaan, serta penguatan posisi brand JETE di pasar perangkat teknologi konsumen.</p>



<p>Penguatan internal tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan skala bisnis secara lebih terstruktur.</p>



<p>Ekosistem Bisnis dan Peluang Pertumbuhan Brand Lokal</p>



<p>Dalam jangka panjang, strategi ekosistem bisnis juga membuka peluang bagi perusahaan untuk melangkah ke tahap pertumbuhan berikutnya. Salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan adalah menuju penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).</p>



<p>Selain itu, besarnya pasar domestik Indonesia memberikan peluang besar bagi brand lokal untuk berkembang. Dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat adopsi digital yang terus meningkat, pasar Indonesia menjadi ruang pertumbuhan yang sangat potensial bagi industri retail.</p>



<p>Jhonny melihat kondisi ini sebagai momentum bagi brand lokal untuk memperkuat posisinya. Dengan strategi bisnis yang tepat, perusahaan Indonesia tidak hanya dapat berkembang di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional.</p>



<p>Ke depan, masa depan industri retail akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam membangun hubungan yang kuat dengan konsumennya. Ekosistem bisnis yang relevan menjadi kunci agar brand dapat terus tumbuh di tengah persaingan yang semakin kompetitif.</p>



<p>baca juga&#8221;<strong><em><a href="https://www.liputan6.com/saham/read/6296857/bumi-resources-luncurkan-logo-baru-tandai-babak-baru-transformasi-perseroan">Bumi Resources Luncurkan Logo Baru, Tandai Babak Baru Transformasi Perseroan</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/ekosistem-bisnis-dorong-pertumbuhan-retail-di-era-digital/">Ekosistem Bisnis Dorong Pertumbuhan Retail di Era Digital</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://elevoramedia.id/ekosistem-bisnis-dorong-pertumbuhan-retail-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengguna Medsos Pakai AI Bangkitkan Orang Mati</title>
		<link>https://elevoramedia.id/pengguna-medsos-pakai-ai-bangkitkan-orang-mati/</link>
					<comments>https://elevoramedia.id/pengguna-medsos-pakai-ai-bangkitkan-orang-mati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 14:21:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis Data & Metrik Digital]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[medos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://elevoramedia.id/?p=17</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nasib akun media sosial milik orang yang telah meninggal sering memicu perdebatan. Sebagian keluarga memilih membiarkannya sebagai ruang kenangan digital, sementara yang lain meminta akses untuk menutup atau mengelolanya. Di tengah dilema itu, Meta sempat mempertimbangkan pendekatan berbasis kecerdasan buatan (AI). Seperti dilaporkan Business Insider dan dikutip detikINET, Meta memperoleh hak paten pada 2023 untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/pengguna-medsos-pakai-ai-bangkitkan-orang-mati/">Pengguna Medsos Pakai AI Bangkitkan Orang Mati</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Nasib akun media sosial milik orang yang telah meninggal sering memicu perdebatan. Sebagian keluarga memilih membiarkannya sebagai ruang kenangan digital, sementara yang lain meminta akses untuk menutup atau mengelolanya. Di tengah dilema itu, Meta sempat mempertimbangkan pendekatan berbasis kecerdasan buatan (AI).</p>



<p>Seperti dilaporkan Business Insider dan dikutip detikINET, Meta memperoleh hak paten pada 2023 untuk teknologi yang memungkinkan model bahasa besar atau large language model (LLM) mensimulasikan aktivitas pengguna di media sosial. Sistem ini dirancang agar akun tetap terlihat aktif, bahkan ketika pemiliknya sudah tidak lagi menggunakan platform tersebut.</p>



<p>Dalam dokumen paten, Meta menjelaskan bahwa model bahasa dapat digunakan untuk mensimulasikan pengguna saat mereka absen dari sistem jejaring sosial. Kondisi absen itu mencakup rehat panjang maupun situasi ketika pengguna telah meninggal dunia. Nama CTO Meta, Andrew Bosworth, tercantum sebagai penulis utama dalam dokumen tersebut.</p>



<p>Baca juga &#8220;<strong><em><a href="Spanyol Akan Larang Medsos Bagi Anak di Bawah Umur 16 Tahun">VIDEO: Spanyol Akan Larang Medsos Bagi Anak di Bawah Umur 16 Tahun</a></em></strong>&#8220;</p>



<p>Teknologi ini memungkinkan kloning digital berinteraksi melalui fitur seperti like, komentar, dan pesan langsung. Dengan memanfaatkan riwayat unggahan, gaya bahasa, dan pola interaksi, AI dapat menghasilkan konten baru yang menyerupai karakter asli pengguna. Secara teknis, pendekatan ini sejalan dengan perkembangan LLM yang mampu meniru gaya komunikasi berbasis data historis.</p>



<p>Namun, Meta kini menegaskan tidak akan melanjutkan konsep tersebut. Seorang juru bicara perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menerapkan contoh yang tercantum dalam paten itu. Pernyataan ini menunjukkan adanya evaluasi ulang terhadap implikasi etis dan sosial dari teknologi tersebut.</p>



<p>Meski dibatalkan, keberadaan paten tersebut memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi besar terus mengeksplorasi pemanfaatan AI. Dalam beberapa tahun terakhir, Meta memang agresif mengintegrasikan AI ke dalam produk mereka, mulai dari chatbot hingga alat pembuat konten otomatis.</p>



<p>CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya juga menyinggung potensi AI sebagai teman virtual. Dalam wawancara tahun 2023 dengan podcaster Lex Fridman, ia menyatakan bahwa avatar virtual mungkin dapat membantu orang yang sedang berduka dengan menghadirkan kembali kenangan tertentu. Pernyataan itu memicu diskusi tentang batas antara inovasi teknologi dan sensitivitas emosional.</p>



<p>Gagasan menghidupkan kembali aktivitas digital orang yang telah meninggal menuai respons kritis dari kalangan akademisi. Profesor sosiologi Universitas Virginia, Joseph Davis, menilai bahwa proses berduka mengharuskan seseorang menghadapi kenyataan kehilangan. Ia menegaskan bahwa membiarkan orang yang telah meninggal tetap menjadi bagian dari kenangan, bukan simulasi aktif, merupakan bagian penting dari kesehatan emosional.</p>



<p>Di sisi lain, sejumlah platform digital sudah memiliki kebijakan terkait akun pengguna yang wafat. Beberapa menyediakan fitur memorialisasi, yang mengunci akun namun tetap memungkinkan keluarga dan teman meninggalkan pesan kenangan. Pendekatan ini dianggap lebih menghormati privasi sekaligus menjaga jejak digital tanpa menciptakan representasi baru berbasis AI.</p>



<p>Perdebatan ini juga menyentuh isu perlindungan data. Penggunaan riwayat unggahan untuk melatih model AI menimbulkan pertanyaan tentang persetujuan, kepemilikan data, dan hak digital setelah kematian. Regulasi perlindungan data di berbagai negara belum sepenuhnya mengatur secara spesifik soal penggunaan data orang yang telah meninggal untuk pelatihan AI.</p>



<p>Ke depan, inovasi AI kemungkinan akan terus bersinggungan dengan aspek kehidupan yang sangat personal. Perusahaan teknologi perlu menyeimbangkan potensi komersial dengan pertimbangan etika dan dampak psikologis. Transparansi, persetujuan yang jelas, serta regulasi yang adaptif menjadi kunci agar pemanfaatan AI tetap bertanggung jawab.</p>



<p>Kasus paten Meta ini menunjukkan bahwa tidak semua inovasi teknis layak diterapkan. Dalam konteks duka dan kenangan, pendekatan yang hati-hati dan berempati menjadi lebih penting daripada sekadar kemampuan teknologi untuk meniru manusia.</p>



<p>Baca Juga &#8220;<strong><em><a href="https://www.tempo.co/video/arsip/setelah-marketplace-pemerintah-bakal-incar-pajak-dari-media-sosial-2005711">Setelah Marketplace, Pemerintah Bakal Incar Pajak dari Media Sosial</a></em></strong>&#8220;</p>
<p>The post <a href="https://elevoramedia.id/pengguna-medsos-pakai-ai-bangkitkan-orang-mati/">Pengguna Medsos Pakai AI Bangkitkan Orang Mati</a> appeared first on <a href="https://elevoramedia.id">elevoramedia.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://elevoramedia.id/pengguna-medsos-pakai-ai-bangkitkan-orang-mati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
