Dinkop Cilegon Dorong UMKM Gunakan Digital Marketing dan Media Sosial
Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana pemasaran produk. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku usaha mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.
Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Marketplace Digital yang digelar di Aula Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon. Pelatihan tersebut diikuti pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di wilayah Cilegon.
Baca Juga “Digital Marketing Indonesia Bergeser ke Era System-Based Growth dan AI-Driven Marketing“
Kepala Dinkop dan UKM Kota Cilegon, Didin S Maulana, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha saat ini. Menurutnya, UMKM perlu memahami cara memasarkan produk melalui internet agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
UMKM Diminta Aktif Gunakan TikTok dan Instagram
Didin menjelaskan media sosial kini menjadi salah satu alat pemasaran paling efektif untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Platform seperti TikTok, Instagram, dan marketplace dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan promosi dan penjualan.
“Pelaku usaha sekarang harus mulai akrab dengan internet dan marketplace agar produk mereka lebih dikenal masyarakat,” kata Didin usai kegiatan pelatihan di Cilegon.
Ia menilai pola pemasaran tradisional mulai mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi digital. Karena itu, pelaku UMKM didorong untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan kebiasaan konsumen saat ini yang semakin aktif menggunakan media sosial.
Menurut Didin, pemanfaatan digital marketing bukan hanya membantu promosi produk, tetapi juga membuka peluang pasar baru di luar daerah.
Dinkop Cilegon Ingin Ubah Pola Pikir Pelaku UMKM
Dinkop Kota Cilegon mencatat saat ini terdapat sekitar 18 ribu UMKM yang telah masuk dalam basis data pemerintah daerah. Jumlah tersebut menunjukkan potensi ekonomi lokal yang cukup besar untuk dikembangkan melalui ekosistem digital.
Melalui pelatihan digital marketing, pemerintah daerah ingin membantu pelaku usaha memahami teknik pemasaran online yang lebih efektif dan sesuai perkembangan zaman.
Didin mengatakan perubahan pola pikir menjadi salah satu tantangan utama dalam proses digitalisasi UMKM. Sebagian pelaku usaha masih mengandalkan metode penjualan konvensional dan belum terbiasa memanfaatkan teknologi digital.
“Nah bagaimana UMKM sebanyak itu kita dorong pola pikirnya untuk berubah dan menyesuaikan dengan kondisi terkini,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan wawasan pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran digital, pengelolaan media sosial, hingga penggunaan marketplace.
Pemkot Cilegon Dukung Digitalisasi Pelaku Usaha
Dukungan terhadap digitalisasi UMKM juga disampaikan Asisten Daerah (Asda) I Pemerintah Kota Cilegon, Tatang Muftadi. Ia menilai pemasaran digital menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing produk lokal di era modernisasi.
Menurut Tatang, program pelatihan digital marketing sejalan dengan visi Pemerintah Kota Cilegon dalam mendorong transformasi digital di berbagai sektor ekonomi masyarakat.
“Sekarang pelaku UMKM diajak melakukan pemasaran online produk lokal melalui media sosial,” kata Tatang.
Ia menambahkan digitalisasi memberi peluang lebih besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan konsumen tanpa harus membuka toko fisik di banyak lokasi.
Selain itu, penggunaan media sosial juga dianggap lebih efisien dari sisi biaya promosi dibanding metode pemasaran konvensional.
Pelaku UMKM Akui Pelatihan Digital Sangat Membantu
Salah satu peserta pelatihan, Lusiana, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait strategi pemasaran digital. Ia mengatakan selama ini usahanya belum memiliki sistem promosi online yang terarah.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara memanfaatkan media sosial untuk membangun branding produk dan meningkatkan interaksi dengan konsumen.
“Melalui pelatihan ini kami jadi lebih memahami trik pemasaran digital dan cara promosi yang lebih rapi,” ujar Lusiana.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar pelaku UMKM semakin siap menghadapi persaingan bisnis berbasis digital.
Digital Marketing Jadi Kunci Pengembangan UMKM
Transformasi digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia. Perubahan perilaku konsumen yang semakin aktif berbelanja secara online membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi pemasaran mereka.
Media sosial tidak lagi sekadar sarana komunikasi, tetapi telah berkembang menjadi kanal promosi dan penjualan yang efektif bagi pelaku usaha kecil.
Pemerintah daerah di berbagai wilayah juga mulai memperkuat program pelatihan digital untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.
Dengan dukungan pelatihan dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM di Kota Cilegon diharapkan mampu berkembang lebih cepat dan beradaptasi dengan perubahan pola bisnis modern.
Baca Juga “DRT Manajemen Perkuat Arah Digital Marketing, Dorong UMKM Sumenep Berdaya Saing di Era Transformasi Digital“
